Senin, 11 Mei 2026

Dinkes Kabupaten/Kota Diminta Terus Telusuri Vaksin Palsu

Kamis, 21 Juli 2016 09:52 WIB
Dinkes Kabupaten/Kota Diminta Terus Telusuri Vaksin Palsu
beritasumut.com/ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Agustama Apt, meminta kepada seluruh kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Sumut untuk terus melakukan penelusuran adanya dugaan vaksin palsu di layanan kesehatan.

“Kita sudah meminta kepada mereka (kepala dinas kesehatan kabupaten/kota untuk menelusuri vaksin palsu ini seperti di puskesmas, klinik, dan rumah sakit swasta. Sejauh ini, belum ada temuan,” ujarnya, Rabu (20/07/2016).

Untuk rumah sakit pemerintah, dirinya menjamin, tidak akan menggunakan vaksin palsu tersebut. Hal ini dikarenakan sudah adanya jalur resmi dari Bio Farma.

“Vaksin wajib itu kita sudah tahu seperti DPT, Polio, BCG, dan hepatistis B, ini dijamin tidak palsu, karena sumbernya satu, Bio Farma. Kalau vaksin yang tidak wajib itulah yang sedang ditelusuri, vaksin tidak wajib itu seperti Hepatitis A, Influenza. Sumber resmi distributor vaksin di Medan ini ada tiga,” jelasnya.

Selain itu Agustama juga mengaku telah memanggil staf farmasi dan bersamanya mengecek ke sarana pelayanan swasta untuk melihat faktur.

"Dari faktur inilah nanti akan ketahuan, kalau belanja mereka resmi pasti tidak palsu. Mulai kemarin, Selasa (19/7) mereka ditugaskan untuk menelusuri faktur mulai Januari hingga sekarang,” ujarnya.

Sampai saat ini, mereka belum tahu ada sarana kesehatan di kabupaten/kota yang sudah kedapatan menggunakan vaksin palsu tersebut. "Lagipula jika terbukti menggunakan vaksin palsu itu sudah kewenangan polisi," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Ali Bata Harahap melalui Kepala Seksi Penyelidikan BBPOM Medan, Ramses Dolok Saribu menuturkan, untuk mencari kebenaran adanya penggunaan vaksin palsu di Sumut, pihaknya terus melakukan upaya penelusuran di sejumlah sarana pelayanan kesehatan.

“Sudah 52 sarana kesehatan yang kita telusuri. Hasilnya, belum ada ditemukan yang menggunakan vaksin palsu,” ungkap Ramses.

Adapun 52 sarana kesehatan itu, Ramses menerangkan, tersebar di beberapa kabupaten/kota. Antara lain, Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, Kisaran, Tanjung Balai, Pematang Siantar dan Simalungun.(BS07)

Tags
beritaTerkait
Daftar 91 Merek Kosmetik Berbahaya yang Ditarik BPOM
BPOM Ikut Awasi Makan Bergizi Gratis, Cegah Sayur Basi Terdistribusi
Indonesia Kirimkan Bantuan 10 Juta Dosis Vaksin Polio ke Afghanistan
BPOM Gelar Monitoring dan Evaluasi Program Keamanan Pangan, Sekda Harap Binjai Menjadi Kota Pangan Aman
Kosmetik Ilegal Senilai Rp 825 Juta Diamankan
Dinkes Medan Targetkan 18.195 Anak SD Divaksin HPV
komentar
beritaTerbaru
hit tracker