Kamis, 09 Juli 2026

Dubes Ratlan Pardede Promosikan Produk Unggulan Indonesia di Hadapan Pengusaha Burundi

Sabtu, 13 Juli 2019 23:05 WIB
Dubes Ratlan Pardede Promosikan Produk Unggulan Indonesia di Hadapan Pengusaha Burundi
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Prof Ratlan Pardede selaku Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Tanzania berkunjung ke Burundi yang terletak di jantung Benua Afrika untuk mempromosikan produk unggulan Indonesia.Selama berada di Burundi, Dubes melakukan pertemuan dengan pengusaha yang tergabung dalam Federasi Kamar Dagang dan Industri Burundi.
 
Pada kesempatan tersebut, Dubes Pardede menyampaikan paparan mengenai potensi hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Burundi yang mulai menunjukkan perkembangan yang cukup positif.“Hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Burundi memiliki ruang yang sangat besar untuk terus dikembangkan. Selain menunjukkan adanya tren positif dalam dari nilai perdagangan antara kedua negara dan masih belum tersentuhnya potensi ekonomi di Burundi," jelas Dubes dalam siaran persnya, Sabtu (13/07/2019).
 
Sementara itu, Mr. Audace Ndayizeye, Ketua Federasi Kamar Dagang dan Industri Burundi menyetujui pandangan Dubes mengenai potensi dari kedua negara yang perlu ditindaklanjuti lebih lanjut.“Indonesia dan Burundi dapat saling melengkapi dan menggali lebih dalam potensi kerja sama ekonomi antara kedua negara. Burundi sedang terus berusaha memperbaiki kondisi ekonominya, sehingga kerja sama dengan Indonesia di berbagai sektor yang dapat memenuhi permintaan konsumen sangatlah
menguntungkan,” ujar Ndayizeye.
 
Sejauh ini, nilai perdagangan Indonesia dengan Burundi mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari 948,1 ribu dolar Amerika Serikat di tahun 2017 menjadi 2,1 juta dollar Amerika Serikat. Terjadi peningkatan sebesar 131 persen.Produk ekspor Indonesia ke Burundi antara lain adalah kelapa sawit, mesin, ban, aki, dan produk plastik.Sementara itu, impor Indonesia dari Burundi adalah beberapa produk yang masuk ke dalam golongan kopi, teh dan rempah.
 
Sementara itu, potensi investasi bagi perusahaan Indonesia di Burundi antara lain food packaging, transportasi danau, pengolahan hasil pertanian, pertambangan dan perhotelan.Dari pertemuan dengan pengusaha di Burundi, mereka tertarik untuk menjajaki untuk produk Indonesia seperti antara lain kertas, sereal instan, minyak atsiri, gula merah (palm sugar) dan pengemasan makanan (food packaging).
 
Tak hanya itu, guna memelihara hubungan baik Indonesia dengan Burundi, Dubes juga menemui Menlu Burundi, Ezchiel Nibigira.Dubes menegaskan keinginan Indonesia untuk terus meningkatkan hubungan dan keberadaanya di kawasan Afrika. Selain itu, Dubes juga determinasi Indonesia untuk dalam memperkuat hubungan perdagangan dengan Burundi.
 
“Hubungan perdagangan Indonesia dengan Burundi perlu untuk terus diberikan pehatian agar dapat membawa keuntungan bagi rakyat kedua negara. Kedua belah pihak perlu untuk bekerja sama untuk menjaga tren perdagangan yang positif antar kedua negara,” tegas Dubes.
 
Sedangkan, Menlu Nibigira mengungkapkan bahwa penguatan kerja sama ekonomi akan semakin memberikan dampak siginifikan terhadap hubungan bilateral Indonesia denganBurundi.
 
“Burundi sangat mengharapkan kehadiran pengusaha dan perusahaan Indonesia untuk melakukan hubungan dagang dan berinvestasi di sini. Burundi merupakan lokasi investasi di Afrika yang masih belum terjamah, untuk itu sangat tepat bila delegasi bisnis asal Indonesia melakukan kunjungan ke Burundi,” ujar Menlu Nibigira.(Rel)

Tags
beritaTerkait
Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar
Youthpreneur Academy 2025: The Founder’s Path for Practical Entrepreneurial Success, FEB USU Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Sukses
Serap Aspirasi Pengusaha Ekspor, KADIN Sumut Gelar Coffee Morning Bersama Perusahaan Eksportir
Bahas Ketahanan Energi Bersama Mahasiswa Universitas Pertamina, Ini Pesan Komisaris Utama PT Pertamina
Presiden Prabowo Bahas Respons Ekonomi Global dan Kebijakan Tarif bersama Jajaran Kabinet
544 Perusahaan Pengolahan Ikan Tembus Pasar Ekspor ke China
komentar
beritaTerbaru
hit tracker