Jumat, 18 September 2026

Pemko Tanjungbalai Akan Fokus pada Peningkatan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 20 Januari 2019 08:30 WIB
Pemko Tanjungbalai Akan Fokus pada Peningkatan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Wali Kota Tanjungbalai H M Syahrial SH MH pimpin Rapat Koordinasi Pemerintah (Rakorpem) Pemko Tanjungbalai yang digelar di Aula Kantor Wali Kota, awal pekan kemarin. Hadir dalam Rakorpem di antaranya Wakil Wali Kota Drs H Ismail, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Lurah, Deputi Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak bidang Tumbuh Kembang Anak Lenny N Rosalin dan Tim Kajian Riset Selat Malaka dari USU.
 
Wali Kota menyampaikan harapannya pada tahun 2019 ini bahwasanya Pemko Tanjungbalai fokus dalam berbagai program pembangunan baik Pembangunan Infrastruktur, Sosial, Kemasyarakatan dan Pemberdayaan Keluarga. 
 
"Hal ini merupakan komitmen Pemko Tanjungbalai menuju perubahan secara signifikan dalam berbagai bidang, saya meminta kepada OPD untuk lebih fokus dalam meningkatkan Kinerja, saling berkoordinasi baik di internal OPD maupun antar OPD dan Instansi terkait lainnya. Pemko Tanjungbalai akan fokus pada penanggulangan kemiskinan yang saat ini masih tinggi di Kota Tanjungbalai dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat.Pemko Tanjungbalai tentunya akan terus berupaya melahirkan suatu kebijakan yang programnya bersifat merangkul dan Pemberdayaan masyarakat," ujarnya dilansir dari laman tanjungbalaikota.go.id, Minggu (20/01/2019).
 
Rekorpem ini dirangkai dengan penyerahan tentang hasil riset penelitian dari Universitas Sumatera Utara (USU) kepada Walikota Tanjungbalai tentang kajian potensi Kota Tanjungbalai untuk melaksanakan import barang tertentu dan pembangunan pengembangan ekonomi masyarakat Kota Tanjungbalai.
 
"Dari hasil riset, sesudai dengan Permendagri No.5 tahun 2015 tidak layak diterapkan di Kota Tanjungbalai perlu ditinjau ulang karena untuk daerah Tanjungbalai perlu adanya aturan perlakuan khusus dalam rangka menghidupkan perekonomian masyarakat. Ujarnya.
 
Dalam kesempatan tersebut Rakorpem Tanjungbalai juga menghadirkan Narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menekankan harapannya Kota Tanjungbalai menjadi Kota Layak Anak sebagai Komitmen Nawacita Pemerintah menuju Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030 dan Kepala Badan Statistik Kota Tanjungbalai Ir Tanina yang menjelaskan berdasarkan data yang baru dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungbalai mencatat, angka kemiskinan di Kota Tanjungbalai tahun 2018 masih cukup tinggi dan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yakni sebesar 0,18 persen.
 
Tahun 2017 angka kemiskinan di Kota Tanjungbalai sebesar 14,46 persen. Namun Tahun 2018 meningkat menjadi 14,64 persen. Tanina menjelaskan, realisasi angka kemiskinan penduduk Tanjungbalai memang masih di dominasi oleh kaum nelayan.
 
Ditambahkan lagi, “Kenaikan kemiskinan di kota ini bukan berarti tidak efektifnya program pemerintah. Banyak hal yang telah mereka lakukan dalam upaya menekan angka kemiskinan itu. Namun terkadang bisa juga kebijakan itu mungkin masih belum tepat sasaran atau bisa saja kemauan masyarakat kita sendiri yang menganggap apa yang mereka alami sudah jadi hal yang biasa, Papar Kepala BPS Ir. Tanina.(BS09)
 

Tags
beritaTerkait
Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar
Youthpreneur Academy 2025: The Founder’s Path for Practical Entrepreneurial Success, FEB USU Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Sukses
Presiden Prabowo Bahas Respons Ekonomi Global dan Kebijakan Tarif bersama Jajaran Kabinet
Gubenur Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Rata-Rata Sumut 6,08% Tahun 2029
Dampingi Presiden Resmikan KITB, Menko AHY: Untuk Infrastruktur yang Memadai dan Membangun Konektivitas
Panggil Menko Airlangga, Presiden Prabowo Bahas Perkembangan Ekonomi Nasional
komentar
beritaTerbaru
hit tracker