Kamis, 09 Juli 2026

Bumbu Masak Indonesia Segera Masuk Pasar Arab Saudi

Jumat, 04 Agustus 2017 02:30 WIB
Bumbu Masak Indonesia Segera Masuk Pasar Arab Saudi
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
 
Beritasumut.com-Selain PT Monde Mahkota, PT Sasa Inti juga berhasil melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi. Berkat fasilitas yang didapat dari Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah, PT Sasa Inti berhasil melakukan ekspor perdana ke Arab Saudi berupa bumbu masak senilai USD 13.200 atau sebesar Rp176,14 juta.
 
"Pada pertengahan Juli 2017 PT Sasa Inti telah melakukan pengapalan perdana sebanyak satu kontainer. Diperkirakan kontainer tersebut akan sampai di Arab Saudi pada 9 Agustus 2017. Kami berharap ekspor perdana ini dapat terus ditindaklanjuti secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi," jelas Konsul Jenderal RI Jeddah M Hery Saripudin dilansir dari laman resmi kemendag.go.id, Kamis (03/08/2017).
 
Selama periode Mei-Juni 2017, Tim Ekonomi dan Perdagangan Jeddah aktif dalam membantu PT Sasa Inti dan Sami Farouk Al-Kathiri untuk melakukan pendampingan registrasi produk MSG dan non-MSG dari PT Sasa Inti ke SFDA. Perusahaan Sami Al-Kathiri merupakan importir makanan dan minuman Indonesia yang telah mempunyai rekam jejak sebagai agen dari beberapa produk Indonesia."Pendampingan registrasi ini khususnya terkait dengan HS Code dari produk PT Sasa Inti hingga berhasil terdaftar di SFDA Arab Saudi," imbuh Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Gunawan.
 
Gunawan menyampaikan, bahwa wakil manajemen dari Sami Farouk Al-Kathiri menyatakan sebanyak lima jenis produk PT Sasa Inti telah berhasil lulus Saudi Food and Drug Authority (SFDA).Produk tersebut yaitu tepung bumbu ala Kentucky ayam krispy, tepung bakwan, tepung pisang goreng, kaldu ayam, dan kaldu sapi. Dengan kata lain, produk ini telah siap untuk masuk dan memenuhi pasar Arab Saudi.
 
Berdasarkan data Trade statistics for international business development dari UN Comtrade untuk lima tahun terakhir, nilai ekspor Indonesia untuk komoditas dengan kode HS-21 (Miscellaneous edible preparations) termasuk bumbu masak terus meningkat.Pada tahun 2012 nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi untuk komoditas dengan HS-21 adalah sebesar USD 14,4 juta, tahun 2013 senilai USD 12,9 juta, tahun 2014 senilai USD 13,5 juta, tahun 2015 senilai USD 14,4 dan tahun 2016 senilai USD 15,7 juta.
 
Sedangkan nilai impor Arab Saudi dari seluruh dunia selama lima tahun terakhir sejak tahun 2012 adalah senilai USD 1,38 miliar, tahun 2013 senilai USD 1,5 miliar, tahun 2014 senilai USD 1,54 miliar, tahun 2015 senilai USD 1,62 miliar, dan tahun 2016 adalah senilai USD 1,47 miliar. Pada tahun 2016 Indonesia merupakan negara peringkat ke-22 penyuplai komoditas HS-21 dengan nilai USD 29,8 juta, Malaysia pada urutan ke-20 dengan nilai USD 16,14 juta, dan China pada urutan ke-21 senilai USD 15,86 juta. Indonesia menyuplai 1,07% kebutuhan total dari Arab Saudi.
 
Sedangkan lima negara pengekspor komoditas HS-21 terbesar ke Arab Saudi adalah Irlandia (USD 369,5 juta), Amerika Serikat (USD 129,5 juta), Uni Emirat Arab (USD 118,5 juta), Mesir (USD 77,6 juta), dan Denmark (USD 72,5 juta).“Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk masuk ke pasar Arab Saudi. Para pengusaha harus terus berupaya meningkatkan kualitas produknya untuk mengisi pasar yang lebih besar di Arab Saudi,” pungkas Gunawan.(BS02)
 

Tags
beritaTerkait
Bahas Ketahanan Energi Bersama Mahasiswa Universitas Pertamina, Ini Pesan Komisaris Utama PT Pertamina
Hasil F1 GP China 2025: Dominasi McLaren, Piastri Juara Ungguli Norris
544 Perusahaan Pengolahan Ikan Tembus Pasar Ekspor ke China
Wakil Walikota Medan Apresiasi Kedubes Arab Saudi Gelar Buka Puasa Bersama di Masjid Agung
Penjelasan Pertamina soal Impor Minyak Mentah yang Tersangkut Kasus Korupsi
Eksportir Wajib Tahu, Uni Eropa Berlakukan Sistem Kontrol Impor ICS2
komentar
beritaTerbaru
hit tracker