Legimin Raharjo dan Iksan Chan Motivasi Pemain Muda Akademi Sekolah Sepak Bola
beritasumut.com Direktur Akademi PSMS Medan, Legimin Raharjo pemain Bekasi City FC, Iksan Chan dan mantan Pelatih PSPS dan PON Sumatera Ut
Olahraga
Beritasumut.com-Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan Ecky Awal Mucharam menilai bahwa pertumbuhan ekonomi 2016 diproyeksikan masih belum mencapai target.
“Melihat koreksi proyeksi pertumbuhan dari Bank Indonesia (BI), menjadi sinyal serius bahwa kondisi ekonomi belum akan tumbuh signifikan. Target pertumbuhan ekonomi 2016 yang ditargetkan 5,2 persen menjadi sulit dicapai. Kecuali ada kebijakan baru yang signifikan dari pemerintah. Karena itu Pemerintah perlu memformulasi terobosan kebijakan ekonomi baru,” papar Ecky di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/08/2016).
Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk merevisi batas bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi 2016 menjadi di kisaran 4,9%-5,3% dari sebelumnya pada rentang 5%-5,4% (year-on-year). Pertumbuhan ekonomi domestik di 2016 pada kuartal III diperkirakan 5,14% dan pada kuartal IV sedikit di bawah 5%. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2016 4,91% dan dikuartal II 5,18%.
Ecky menilai, koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2016 didasari oleh tiga faktor utama, mulai dari factor domestik hingga global. Pertama, implikasi dari penyesuaian fiskal. Kedua, , terkait dengan koreksi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, terutama pasca adanya isu Brexit, lalu penurunan ekonomi Eropa dan ekonomi AS yang tidak sekuat perkiraan awal, serta ekonomi China yang juga tidak akan tinggi. Dan faktor ketiga belum optimalnya recovery kekuatan permintaan investasi swasta.
“Kita juga melihat kondisi ekonomi masih mengkhawatirkan seiring masih terbatasnya daya beli rakyat dan belum bergairahnya dunia usaha. Hal ini berdampak pada belum terakselerasinya pertumbuhan ekonomi,” papar Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor ini.
Ecky juga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2015 hanya 4,8 persen, terendah dalam 5 tahun terakhir, dan jauh dari target pertumbuhan 2015 sebesar 5,7 persen. Demikian juga pertumbuhan ekonomi semester pertama 2016 yang hanya mencapai 5,04 persen masih belum memuaskan. Yang juga mengkhawatirkan, tambah Ecky, adalah merosotnya daya saing ekonomi nasional, dimana dalam Global Competitiveness Report 2015-2016 turun dari peringkat ke 34 menjadi peringkat 37 dari 140 negara.
“Perlu kebijakan stimulus untuk memacu sisi permintaan atau demand side secara tepat. Selain mempercepat perbaikan iklim usaha. Pemerintah juga harus meningkatkan efektivitas dan memformulasi ulang paket-paket kebijakan ekonomi, terutama yang berorientasi pada pemberdayaan sektor riil dan peningkatan daya beli rakyat,” saran Anggota Komisi XI DPR RI ini.
Menurut Ecky, yang dikhawatirkan dari dampak pertumbuhan ekonomi yang masih rendah adalah terkait dengan percepatan pengurangan kemiskinan dan pengangguran. Untuk itu, Pemerintah harus menjaga dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor padat karya, dengan berupaya memberikan kebijakan dan dukungan yang tepat. Masih rendahnya pertumbuhan ekonomi dan rendahnya kualitas pertumbuhan selama ini, nilai Ecky, telah menyebabkan berkurangnya kesempatan untuk menurunkan angka kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan.
“Pertumbuhan yang lebih berkualitas dan tinggi ke depan sangat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, serta peningkatan pemerataan dan kesejahteraan rakyat. Selain itu, pemerintah juga harus mampu menjaga daya beli masyarakat di pedesaan, dengan menjaga inflasi perdesaan, Nilai Tukar Petani, dan perbaikan upah buruh. Juga perlu peningkatan alokasi dan efektivitas dana desa dan transfer daerah,” tandasnya.
Bank Indonesia (BI) juga merevisi pertumbuhan kredit perbankan tahun ini menjadi single digit dari sebelumnya yang diproyeksikan masih mampu tumbuh double digit, yaitu di 7%-9%. Menurut BI sampai dengan kuartal II 2016 penyaluran kredit oleh perbankan belum optimal, sehingga hal ini telah berdampak pada pertumbuhan kredit di kuartal II 2016 yang baru tercatat 8,9% atau sedikit lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang mengalami pertumbuhan 8,7%.
“Tim ekonomi yang memiliki nama-nama besar hari ini, diuji apakah bisa menghasilkan kinerja yang outstanding atau biasa-biasa saja. Bisa mendorong ekonomi lebih baik atau hanya mengikuti siklus dan arah ekonomi global saja. Nahkoda ekonomi yang hebat, tentu sudah bisa membaca kemana arah angin berhembus dan mampu memformulasikan kebijakan yang tepat. Bukan hanya ikut arus dan terbawa angin,” tutup Ecky.(BS01)
beritasumut.com Direktur Akademi PSMS Medan, Legimin Raharjo pemain Bekasi City FC, Iksan Chan dan mantan Pelatih PSPS dan PON Sumatera Ut
Olahraga
beritasumut.comPuluhan mesin judi tembak ikan yang dikendalikan dan dikelola oleh berinisial DS eksis beroperasi penuh 24 jam tanpa jeda di
Peristiwa
beritasumut.com Sidang gugatan eks karyawan terhadap PT Tor Ganda kembali bergulir di Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/5/2026). Dalam per
Peristiwa
beritasumut.comDalam rangka menyambut Hari Raya Waisak, umat Buddha bersama organisasi kemasyarakatan melaksanakan kegiatan penaburan eco e
Cerita Sumut
Lippo Karawaci menunjuk Bambang Soesatyo sebagai Komisaris Independen dan Indra Yuwana sebagai Presiden Direktur dalam RUPST 2026.
Ekonomi
beritasumut.com Sidang perdana perkara pembatalan perdamaian (homologasi) yang diajukan oleh 34 mantan karyawan terhadap PT Tor Ganda di Pe
Peristiwa
PT Dua Rimba Medtech Indonesia resmikan fasilitas di Cikarang untuk dorong manufaktur alat kesehatan lokal dan solusi perawatan luka modern.
Kesehatan
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker)
Ekonomi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi