Sosok

PMPHI Nilai Kerumunan Massa Saat Vaksinasi, Akumulasi Tingginya Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri



PMPHI Nilai Kerumunan Massa Saat Vaksinasi, Akumulasi Tingginya Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri
BERITASUMUT.COM/BS04

Beritasumut.com - Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) menilai, desakan dari pihak tertentu yang menginginkan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra untuk dicopot karena terkait kerumunan warga di lokasi Gebyar Vaksin Presisi, merupakan tuntutan keliru. "Kerumunan itu merupakan bukti tingginya antusias masyarakat karena ingin disuntik vaksin. Antusiasme masyarakat ke lokasi vaksinasi di Gedung Serba Guna Jalan Williem Iskandar Medan tersebut, merupakan akumulasi dari tingginya kepercayaan publik," ujar Koordinator PMPHI, Gandi Parapat, Kamis (05/08/2021).

Gandi Parapat mengatakan, aparat keamanan tidak dapat disalahkan terkait dengan terjadinya kerumunan tersebut. Kerumunan itu juga tidak dapat ditafsirkan sebagai bagian dari kelalaian Kapolda Sumut. Anggota yang bertugas melakukan pengamanan di lokasi vaksinasi pun tak dapat disalahkan. "Kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan TNI semakin meningkat karena begitu gencar dalam melaksanakan vaksinasi. Berbeda dengan institusi maupun lembaga lain, yang terkesan kurang melakukan sosialisasi untuk pelaksanaan vaksinasi di tengah masyarakat," ungkapnya.

Oleh karena itu, Gandi menilai adanya desakan dari kelompok pihak tertentu yang menjadikan kerumunan massa di sekitar lokasi vaksinasi adalah bagian kegagalan Kapolda Sumut, sangat tidak relevan. Soalnya, kegiatan vaksinasi itu merupakan misi kemanusiaan oleh Polri untuk masyarakat. "Tujuan utama Polda Sumut dalam melaksanakan Gebyar Vaksin Presisi itu untuk menyelamatkan nyawa manusia di tengah lonjakan wabah pandemi Covid-19. Tingginya antusiasme masyarakat yang datang dari berbagai penjuru di luar dari prediksi aparat kepolisian," tegasnya.

Baca Juga : Gebyar Vaksin Presisi Polda Sumut, Masyarakat Ucapkan Terima Kasih

Menurut Gandi, polisi tidak dapat membubarkan kerumunan karena kedatangan masyarakat bukan karena ingin berdemonstrasi. Masyarakat datang karena ingin mendapatkan suntikan vaksin. Selain itu, jumlah aparat yang melakukan pengamanan tidak sebanding dengan massa yang terus berdatangan. "Saya berani menyampaikan bahwa anggota tidak melakukan kesalahan saat terjadinya kerumunan tersebut. Ini karena anggota juga berulangkali mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, yang salah satunya meminta masyarakat supaya menjaga jarak," sebutnya.


Tag: