Kamis, 14 Mei 2026

Satgas Covid-19 Sumut Beberkan Dua Kekhawatiran Saat Kasus Terkendali

Senin, 15 November 2021 20:30 WIB
Satgas Covid-19 Sumut Beberkan Dua Kekhawatiran Saat Kasus Terkendali
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Pandemi Covid-19 khususnya di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga saat ini masih belum selesai. Karenanya, walau belakangan ini trend kasus yang didapatkan terus menurun, namun Satgas Penanganan Covid-19 Sumut tetap mengingatkan agar tidak bereforia mengabaikan protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan.

Anggota Bidang Penanganan Kesehatan-Ketua Tim Penanganan Penyakit Infeksi Emerging Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dr Restuti Hidayani Saragih SpPD, K-PTI, FINASIM, M.H (Kes) menyampaikan, sebab ada dua kekhawatiran yang sangat perlu di antisipasi. Pertama adalah potensi lonjakan kasus, dan kedua adalah potensi masuknya varian Delta Plus AY.4.2. "Karenanya kita meminta masyarakat tidak bereforia dan menahan diri untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19 bagi yang belum," ungkapnya, Senin (15/11/2021).

Restuti menjelaskan, saat ini kondisi pandemi Covid-19 Sumut memang dalam keadaan terkendali. Namun, terkendali itu, sebut dia, bukan berarti pandemi telah selesai, meski berbagai kelonggaran telah diberikan seperti pada aktivitas perekonomian dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dilakukan secara terbatas. "Terbatas ini bukan hanya dari segi jumlah, tapi kita harus tetap membentengi diri dengan 5M plus vaksinasi dan 3T," jelasnya.

Baca Juga:

Baca Juga : Menurun Tajam, Pasien Covid-19 di Sumut Kini Tersisa 196 Kasus

Restuti membeberkan, pihaknya memang memiliki dua kekhawatiran terhadap potensi lonjakan kasus dan masuknya varian Delta Plus AY.4.2 ke Sumut. Untuk lonjakan kasus, menurutnya dapat terjadi seiring libur Natal dan Tahun Baru. "Biasanya 2-4 kali masa inkubasi, berarti antisipasinya bulan Desember sampai Februari 2022. Jadi selama 4-8 minggu kita lihat, mudah-mudahan tidak ada lonjakan, kalau kita tidak euforia dan menahan diri," terangnya.

Baca Juga:

[br] Kemudian, lanjut Restuti, adalah potensi masuknya varian Delta Plus karena seperti di negara tetangga yakni Singapura dan Malaysia varian tersebut sudah ditemukan. Oleh karena itu, ujar Restuti, hal ini tentu menjadi warning bagi kita, karena bukan tidak mungkin varian tersebut akan bisa masuk dan didapatkan di Tanah Air. "Saat ini pemerintah dan unsurnya terus melakukan pendeteksian. Mudah-mudahan (varian Delta Plus) tidak ada," harapnya.

Restuti menambahkan, varian Delta Plus AY.4.2. ini secera transmisi, kemampuan penularannya jauh lebih cepat dari varian Covid-19 yang sebelumnya telah ada. Kemudian, varian ini juga memiliki kemampuan escape (lolos) dari pertahanan diri (imun) yang sudah terbentuk dalam tubuh. "Dengan penularan yang lebih cepat ini maka tentu artinya akan ada lonjakan. Jadi masyarakat tetap prokes 5 M, segera vaksinasi Covid-19 jika belum dan dukung pemerintah melakukan 3T, sama seperti waktu-waktu yang lalu," pungkasnya.

Terpisah, melalui data milik Kemenkes RI, Provinsi Sumut disebutkan memperoleh penambahan lima kasus konfirmasi positif baru, sehingga total kasusnya menjadi 105.963 orang. Kemudian untuk kasus sembuh diperoleh penambahan 19 kasus menjadi 102.899 orang. Sedangkan kasus kematian, tetap bertahan di angka 2.889 orang. Oleh karena itu, maka saat ini kasus aktif, atau jumlah penderita Covid-19 Sumut terisisa 175 jiwa. (BS09)

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Serahkan LKPD Tahun 2024 ke BPK, Gubernur Sumut Targetkan Raih WTP ke-11
Gubernur Sumut Luncurkan Mudik Gratis Lebaran Bagi Mahasiswa di Luar Sumatera
Gubernur Sumut Sampaikan Lima Plus Satu Program Prioritas Pembangunan
Ketika Masyarakat Kota Medan Nikmati Manfaat Program UHC JKMB
Lantik 12 Pejabat Tinggi Pratama, Wagub Sumut Minta Tunjukkan Kinerja yang Lebih Maksimal
Jajaki Kerja Sama dengan SUCOFINDO, Pj Gubernur Sumut Sebut Ini Kerja Sama yang Strategis
komentar
beritaTerbaru
hit tracker