Peristiwa

Kombes Arief : Data NIK Diambil Sindikat Kartu Prakerja Bukan dari Database Dukcapil



Kombes Arief : Data NIK Diambil Sindikat Kartu Prakerja Bukan dari Database Dukcapil
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) meluruskan tentang modus yang digunakan sindikat pembuatan Kartu Prakerja yang sudah diamankan pihak Polda Jabar. Hal ini ditegaskan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arief Rachman dalam konferensi pers yang dipandu oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi Adrimulan Chaniago di Polda Jabar.

Menurut Direskrimsus Polda Jabar Kombes Arief Rachman data kependudukan didapatkan para sindikat secara ilegal melalui web scraping secara on tap dari website bpjsketenagakerjaan.co.id. "Jadi bukan dari server utama yang ada di database pusat Dukcapil," tegas Kombes Arief Rachman dilansir dari laman kemendagri, Rabu (08/12/2021).


Baca Juga : Pemko Medan Buka Kegiatan Penyusunan Rencana Kebutuhan Pengadaan ASN


Pernyataan ini sekaligus meluruskan berita yang beredar sebelumnya bahwa modus yang digunakan sindikat itu adalah dengan menjebol database kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sejumlah daerah.

Sindikat penipuan memakai data kependudukan secara ilegal untuk menjadi peserta kartu prakerja. Dalam sebulan, keuntungannya bisa mencapai Rp500 juta.Dalam kasus ini, ada empat tersangka yang ditangkap saat penggerebekan dilakukan di salah satu hotel di Kota Bandung, yakni AP, AE, RW, dan WG.


Terkait itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan pentingnya setiap setiap lembaga pengguna yang kerjasama dengan Dukcapil dan jajaran Dukcapil, baik di pusat maupun daerah, dapat menjaga keamanan data kependudukan tersebut dengan baik. “Pesan saya, tim IT harus kuat. Sistem security harus first class, wajib. Juga dalam hal pemanfaatan data kependudukan agar sesuai dengan koridor hukum karena data ini sangat sensitif, bisa masuk ke masalah privasi juga,” jelasnya.


Tag: