Kompolnas Selidiki Kematian Mantan Istri Polisi di Medan
beritasumut.com Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menindaklanjuti penanganan kasus kematian Winda Lorenza Gowasa, mantan istri anggota
Peristiwa
Beritasumut.com - Dua atlet para swimming Indonesia, Jendi Pangabean dan Syuci Indriani optimistis bisa memberi penampilan terbaik saat tampil di ajang Paralimpade Tokyo 2020, yang akan berlangsung pada tanggal 24 Agustus hingga 5 September 2021.
Jendi mengatakan, persiapannya saat ini sudah mencapai seratus persen. Perenang kelahiran Sumatera Selatan tersebut mengatakan bahwa ada rasa tegang karena akan tampil di multi event terbesar bagi atlet penyandang disabilitas tersebut, namun Jendi mangaku sudah siap baik secara fisik maupun mental.
“Untuk persiapannya sendiri ya sudah seratus persen siap baik secara fisik maupun mental. Kalau perasaan sendiri sih agak dek-degan, karena tampil di event sebesar Paralimpiade tentu terasa sangat spesial. Selain itu sekarang sekarang lagi pandemi jadi agak waspada juga sama kesehatan. Yang terpenting harus jaga kesehatan sebelum berangkat ke Tokyo,†ucap Jendi Pangabean dilansir dari Kemenpora.go.id, Selasa (17/08/2021).
Baca Juga:
Baca Juga : Moto2 Austria: 'Tim Indonesia' Butuh Motor yang Agresif
Di Paralimpiade Tokyo 2020, peraih medali emas Asian Paragames 2018 itu kembali akan tampil di nomor andalannya 100 meter gaya punggung S9 putra. Banyaknya kejuaraan yang dibatalkan selama Pandemi COVID-19, membuat Jendi sulit memantau kekuatan lawan. Namun, disisi lain Jendi juga mngaku penundaan Paralimpiade satu tahun menjadi berkah tersediri baginya.
Baca Juga:
[br] Sebelumnya di tahun 2020 Jendi masih belum bisa dipastikan lolos ke Tokyo, karena limit waktunya belum masuk. Limit waktu untuk bisa lolos ke Paralimpiade Tokyo 2020 adalah 1 menit 06 detik. Beruntung saat tampil di single event world series di Italia pada Juni lalu pria kelahiran 10 juni 1991 itu berhasil mencatatkan waktu 1 menit 05 detik. Jendi berharap pada penampilan keduanya di ajang Paralimpiade, dia bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
Sebelumnya, di Paralimpiade Rio de Janeiro Brasil 2016, langkah Jendi terhenti di babak penyisihan setelah hanya mencatatkan waktu 1,08 detik. Jendi berharap doa dan dukungan dari seluruh rakyat untuk tim Indonesia yang akan berlaga di Paralimpiade Tokyo sangat berarti.
“Harapannya mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Kita sudah pelatnas hampir satu tahun yang paling gak bisa memberikan penampilan yang terbaik dari hasil latihan selama ini di Tokyo nanti. Doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia untuk tim Indonesia di paralimpiade sangat berarti. Semoga target yang sudah ditetapkan bisa tercapai,†harap Jendi. Di cabang olah raga para swimming, Jendi dijadwalkan akan berlaga pada tanggal 30 Agustus 2021.
Baca Juga : Pemain Persija Semangat Kembalikan Kondisi Fisik Jelang Liga 1
Tidak berbeda dengan Jendi, rekannya perenang putri, Syuci Indriani mengaku juga sudah siap tampil di Paralimpiade keduanya ini. Syuci sangat senang bisa kembali tampil untuk kedua kalinya di pesta olahraga disabilitas terbesar di dunia ini. Pada penampilan keduanya ini, Syuci mengaku sudah mempersiapkan semuanya, baik latihan mapun kesiapan yang lainnya.
[br] “Saya sangat senang sekali bisa berada di sini dan ikut berkompetisi di Paralimpiade Tokyo 2020. Saya sudah mempersiapkan semuanya, baik Latihan dan juga yang lainnya. Kami datang ke Tokyo untuk bertanding, bukan untuk main-main. Jadi semoga bisa melakukan yang terbaik untuk Indonesia aamiin,†ungkap Syuci.
Sebelumnya di Rio 2016, Syuci tampil mengejutkan dengan berhasil menembus babak final di dua nomor dari tiga nomor perlombaan yang dia ikuti. Sayangnya atlet kelahiran Pekanbaru 28 januari 2001 itu belum berhasil mempersembahkan medali untuk merah putih. Namun dua tahun berselang saat tampil di Asian Para Games 2018 di Jakarta, Syuci berhasil menyumbang dua medali emas, satu perak dan satu perunggu.
Di Paralimpiade Tokyo 2020 nanti, Syuci akan mulai berlaga pada tanggal 25 Agustus 2021. Syuci akan turun di tiga nomor yaitu 100 meter gaya kupu-kupu S14 putri, 100 meter gaya dada SB14 putri dan 200 meter gaya ganti perorangan SM14 putri. (BS09)
beritasumut.com Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menindaklanjuti penanganan kasus kematian Winda Lorenza Gowasa, mantan istri anggota
Peristiwa
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Medan menerima audiensi resmi dari jajaran pimpinan Binus University pada Rabu (23/9/
Pendidikan
beritasumut.com Seorang pria berinisial IH (27) ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Deli Serdang karena kepemilikan narkotika jenis s
Peristiwa
beritasumut.com Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap peredaran narkoba di Jalan Lintas Sumatera, Pek
Peristiwa
beritasumut.com Seorang oknum prajurit TNI berinisial MJA alias Zaki terekam kamera CCTV diduga membawa kabur sepeda motor rekan kerjanya d
Peristiwa
beritasumut.com Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) diringkus personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan karena mengedarkan sabu
Peristiwa
beritasumut.com Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar P
Pendidikan
beritasumut.com Seorang penumpang bus travel inisial FYM ditangkap personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan. FYM diduga m
Peristiwa
beritasumut.com Seorang mahasiswa menjadi korban begal saat melintas di kawasan lahan garapan, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kab
Peristiwa
beritasumut.comSebagai langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Medan memfasil
Ekonomi