Ekonomi

Menteri Erick Tohir dan Wagub Musa Rajekshah Isi Economic Outlook 2022 FEB USU



Menteri Erick Tohir dan Wagub Musa Rajekshah Isi Economic Outlook 2022 FEB USU
BERITASUMUT.COM/BS03

Beritasumut.com - Menteri BUMN Erick Tohir dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menjadi pembicara dalam acara Economic Outlook 2022 dengan tema Stregthening Indonesia with Civilized Economic yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) dalam acara puncak Dies Natalis ke-60, Kamis (25/11/2021).

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir mengingatkan untuk warga Indonesia harus segera bersiap dalam menghadapi tidak hanya disrupsi digitalisasi tapi juga disrupsi pasar global dan juga kesehatan. "Kalau kita lihat di pasar global ini dengan adanya KTT G20 dan COP26, semua negara di dunia mendorong transformasi harus baik dengan alam dan kita setuju dengan ini. Namun, saat berbicara tentang suplly chain artinya kita harus membuka selebar-lebarnya sumber daya alam kita artinya kita harus kirim juga sumber daya alam kita sebesar-besarnya dan ini kita tidak setuju," ujarnya.

Lanjut Erick, negara tidak ingin Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia dipakai untuk pertumbuhan untuk bangsa lain. "Karena itu jelas mengapa Bapak Presiden saat G20 di Roma tidak mau tanda tangan yang namanya suplly chain. Sudah saatnya apalagi kita jadi tuan rumah G20, kita harus jadi sentra dari pada pertumbuhan dunia tetapi market kita harus menjadi market pertumbuhan ekonomi bangsa kita. Kita tidak anti asing, tetapi market dan sumber daya alam kita harus jadi pertumbuhan ekonomi negara kita," katanya.

Baca Juga : Aktivitas Ekonomi Kembali Normal, Presiden: Waspada Ketidakpastian Global

Selain itu, lanjut Erick, terkait disrupsi ekonomi untuk digitalisasi juga sesuatu yang tidak bisa dihindari, dan mau tidak mau Indonesia harus bersiap menghadapinya. Dicontohkannya, top 10 besar perusahaan di Amerika yang dulunya ritel base, tujuh di antaranya saat ini sudah teknologi base. "Contohnya Tesla, mobil tapi teknologi base, artinya apa disrupsi ekonomi untuk digitalisasi bukan sesuatu lagi yang bisa kita hindarkan pertanyaannya kita siap enggak. Ketika demografi kita tak punya role map bagaimana pekerjaan yang hilang dan pekerjaan yang akan tumbuh. Saat Industri 4.0 ada, siapa yang bekerja. Start-up di Indonesia banyak orang teknologinya itu dari negara lain, kita butuh 17 juta lebih ahli teknologi kita tidak siap belum lagi kita bicara bisnisnya," ujarnya.


Tag: