Senin, 20 April 2026

Kader PPP Sumut Demo, Copot Yasonna Laoly!

Senin, 28 Desember 2015 14:06 WIB
Kader PPP Sumut Demo, Copot Yasonna Laoly!
Facebook
Ratusan kader PPP Sumut turun ke jalan dipimpin langsung Ketua DPP PPP Sumut Aswan Jaya.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Ratusan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berunjuk rasa di depan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Utara (Sumut), Jalan Putri Hijau, Medan, Senin (28/12/2015) siang.

Dalam aksinya, massa meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memecat Yasonna Hamonangan Laoly dari jabatan Menteri Hukum dan HAM.

Hal ini dikarenakan Yasonna Laoly hingga kini belum juga mengesahkan kepengurusan PPP Djan Faridz versi Muktamar Jakarta.

Padahal, putusan Mahkamah Agung (MA)  menyatakan kepengurusan hasil Muktamar Jakarta sebagai kepengurusan yang sah.



"Copot Yasonna Laoly. Dia tidak  memahami hukum. Putusan MAberkekuatan hukum tetap. Tidak ada alasan Yasonna Laoly untuk tidak mengesahkan kepengurusan PPP versi Muktamar Jakarta," kata Koordinator Aksi Syafii Sitorus.

Ketua DPW PPP Sumut Aswan Jaya juga mendesak agar Menkumham segera mengesahkan kepengurusan PPP versi Muktamar Jakarta yang dipimpin oleh Djan Faridz.



"Yasonna jangan kau pecah belah partai umat Islam. PPP itu milik umat Islam," katanya.

Apabila tuntutan ini tidak diindahkan, maka massa PPP akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

"Apa yang kami sampaikan ini tidak main-main. Yasona telah melukai hati umat Islam, khususnya kader PPP Sumatera Utara," ungkapnya.

Aksi unjuk rasa mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. (BS-031)

Tags
beritaTerkait
Masalah Gizi di Indonesia Jadi Faktor Penghambat Pembangunan Nasional
Bonus Demografi 2020-2030, Berkah atau Justru Jadi Bencana
Ramadhan Pohan Bakal Kembali Diperiksa Poldasu
Savita Bantah Sebagai Perantara Kasus Penipuan Ramadhan Pohan
Terkait Laporan Ramadhan Pohan, Penyidik Lakukan Pemeriksaan Terhadap Savita
Ditetapkan Tersangka, Kuasa Hukum Nilai Justru Ramadhan Pohan Jadi Korban
komentar
beritaTerbaru
hit tracker