Sabtu, 16 Mei 2026

Eldin Konsisten Safari Subuh

Sabtu, 31 Oktober 2015 17:04 WIB
Eldin Konsisten Safari Subuh
Istimewa
Dzulmi Eldin didampingin Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli Safari Subuh di Masjid Ar Ramli, Jalan Surya, Lingkungan XII, Kelurahan Indra Kasih, Medan Tembung.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Satu komitmen dalam mengawal program kerja, Calon Wali Kota Medan Dzulmi Eldin konsiten menggelar Safari Subuh dari masjid ke masjid di seluruh 21 kecamatan se-Kota Medan. 

Setiap Sabtu dan Ahad, Eldin bersama tim terus berkeliling dari masjid ke masjid di Medan untuk melakukan Safari Subuh. Pada pekan lalu di Medan Helvetia, kini kandidat Wali Kota Medan Nomor 1 ini Salat Subuh berjamaah di Masjid Ar Ramli, Jalan Surya, Lingkungan XII, Kelurahan Indra Kasih, Medan Tembung, Sabtu (31/10/2015) pagi.

Ustadz Sangkot Saragih sebelum tausyiahnya menyampaikan, Eldin menggelar Safari Subuh bukan karena sebagai calon wali kota saja, tapi sejak sebelum jadi wali kota dan setelah jadi Wali Kota Medan pada 2014-2015, Safari Subuh menjadi satu program kerjanya.

Dia menyebutkan, program kerja Safari Subuh bertujuan untuk meningkatkan ibadah dan silaturahmi antarsesama umat. Selain itu, dalam pertemuan juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat. 

"Jadi program kerja Safari Subuh ini juga sebagai bagian untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam membangun kota, serta sebagai bagian untuk mendengarkan apakah program kerja pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat," katanya. 

Dalam sambutannya, Eldin mengatakan, program kerja Safari Subuh diperuntukkan untuk meningkatkan keimanan umat, serta menyerap aspirasi pembangunan.

"Tujuan Safari Subuh ini untuk pembangunan karakter umat serta membangun kota. Saya ingin membangun kota bersama dengan masyarakat, saya serap aspirasi melalui dialog-dialog dengan jamaah masjid-masjid di seluruh kecamatan di Kota Medan," ujarnya.

Dia menyebutkan, saat menuju Masjid Ar Ramli di Jalan Surya melalui Jalan Sidorukun, jalan-jalannya banyak digali untuk pemasangan pipa air limbah. Kondisi ini tentunya membuat masyarakat tidak nyaman akibat kerusakan jalannya.  

Mantan Wali Kota Medan ini menyampaikan, proyek pipanisasi untuk pemasangan air limbah merupakan proyek dari Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan sebagai Satker Pelaksana dilakukan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Dinas Tarukim) Sumut. Sedangkan Pemko Medan bersama masyarakat akan menikmati dari hasil pekerjaan yang dikerjakan oleh dua instansi tersebut. 

Dia menyebutkan, melihat pekerjaan yang dilakukan untuk pemasangan pipanisasi air limbah, khususnya di Jalan Sidorukun pengendara dan masyarakat pasti marah karena jalannya rusak. Pada kesempatan ini, sebagai orang yang pernah memimpin kota ini, perlu dijelaskan pemko sampai saat ini tidak bisa berbuat apapun untuk perbaikan terhadap jalan yang rusak akibat proyek pemasangan pipanisasi. Pemko akan melanggar hukum jika ikut menutup jalan yang digali tersebut. 

"Kerusakan ini terjadi karena kekurang profesionalan pihak ketiga dalam mengerjakan proyek. Setiap penggalian selesai dibiarkan lama dan tidak ditutup. Anehnya lagi, anggaran untuk menutupnya tidak ada. Hal inilah yang membuat jalanan rusak berlarut-larut. Pemko di sini tak bisa berbuat apapun, karena kalau diperbaiki, Pemko akan melanggar hukum," katanya. 

Dia menyebutkan, solusinya, saat masih menjadi wali kota, ada belasan kali surat protes dilayangkan ke kementerian dan satker. Alhamdulillah, ada balasan surat dari kementerian dan satker bahwa apa saja kerusakan jalan akibat pembangunan pipanisasi akan diperbaiki pada Desember 2015. 

"Mari kita kawal janji ini, semoga pemerintah pusat benar-benar memenuhi janjinya," ucapnya. 

Usai memaparkan tentang kondisi infrastruktur dan rencana membangun sarana tambahan seperti mendirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) baru di Medan Deli, Rumah Sakit Type C di Medan Labuhan, Islamic Centre terbesar di Sumatera akan dibangun di Medan Labuhan-Martubung serta pembangunan infrastruktur lainnya. Jamaah diajak dialog tentang apa saja yang dibutuhkan untuk membangun kota. 

Seorang jamaah masjid, Yahya mengatakan, di dekat Musala Albaniyah, khususnya di pinggir parit busuk sudah berulang kali jatuh. Hal ini diakibatkan pembatas paritnya sudah pecah dan runtuh. 

"Saat ini saya tidak Wali Kota Medan lagi, jadi kalau sampai saatnya saya terpilih jadi wali kota kembali, insya Allah saya perbaiki," katanya.

Jamaah masjid lainnya, Yuli mengaku tinggal di Rusunawa Kayu Putih, warga di rusunawa mengeluhkan abodemen listrik yang ditetapkan pengelola rusunawa terlalu mahal mencapai Rp200 ribu. Kemudian, permudahlah pengurusan NUPTK untuk guru TK di Dinas Pendidikan.

"Pembayaran listrik dengan sistem satu meteran satu rekening, bila ada yang mengelolanya di kantor rusunawa tentu ini harus ditertibkan. Kemudian, untuk pengurusan NUPTK akan dibebankan ke sekolah, jadi sistemnya guru-guru honor cukup melapor ke sekolah dan pihak sekolah yang berurusan dengan dinas," sebutnya.

Usak menggelar dialog, Eldin didampingi Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Ramli dan Ustadz Sangkot beserta jamaah menikmati sarapan pagi bersama. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
15 Personil KPK Rekonstruksi di Hotel Swiss Belinn Jalan Gajah Mada Medan
Ini Pandangan Psikolog Irna Mianuli Terkait Plt Wali Kota Medan yang Hadiri Sidang Dzulmi Eldin di PN Medan
Tiga Kali Berturut, Wali Kota Medan Terima Penghargaan Natamukti
Kebakaran Jalan S Parman, Wali Kota Tinjau Lokasi dan Jenguk Korban
Perebutan Piala Wali Kota Medan Kompetisi Sepakbola U-12, U-14 dan U-16 Dibuka
Temui Wapres RI, Pengurus APEKSI Sampaikan Hasil Rakernas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker