Rabu, 03 Juni 2026

Setahun, Pertumbuhan Penduduk Indonesia Sama Dengan Penduduk Singapura

Selasa, 29 September 2015 17:41 WIB
Setahun, Pertumbuhan Penduduk Indonesia Sama Dengan Penduduk Singapura
Setkab RI
Kepala BKKBN Dr Surya Chandra Surapaty memberikan keterangan pers seusai diterima Presiden Jokowi, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9/2015).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty, menyampaikan laju penduduk Indonesia yang kini mencapai 1,49 persen terlalu tingggi. Karena itu, pemerintah melalui BKKBN mengingatkan angka laju pertumbuhan penduduk Indonesia bisa ditekan pada angka 1,1 persen.

“Dengan laju 1,49 persen tersebut, penduduk Indonesia akan bertambah sebanyak 4,5 juta orang. Itu sama dengan satu negara Singapura. Jadi kalau 10 tahun ya 10 negara Singapura,” kata Surya Chandra kepada wartawan seusai diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/9/2015) siang.

Dilansir situs resmi Stekab RI, menurut Surya, yang dikhawatirkan adalah penduduk Indonesia itu tidak berkualitas, karena kembanyakan di daerah-daerah slum, di daerah miskin. Itu sebabnya, salah satu program BKKBN adalah membangun Kampung KB.

“Kampung KB pertama kali dibangun di daerah padat penduduk dan di kampung-kampung nelayan,” ujar Surya seraya menyebutkan, rencananya launching Kampung KB akan dilakukan pada Januari 2016, di kampung nelayan, di daerah Pangandaran dan Cirebon.

“Presiden Jokowi bersedia untuk hadir melaunchingnya,” jelas Surya.

Menurut Kepala BKKBN itu, nantinya di tiap kabupaten akan didirikan Kampung KB, yang di dalamnya juga ada Rumah Sehat. 

“Rumah Sehat merupakan tempat di mana keluarga, ibu-ibu mengembangkan program bina keluarga balita, bina keluarga remaja, dan bina keluarga lansia,” ujarnya.

Surya berharap, keluarga akan makin sejahtera setelah mengikuti program KB, dan akan lebih sejahtera dengan mengikuti program-program pembangunan keluarga yaitu tribina itu.

Mengenai kehadirannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kepala BKKBN itu mengemukakan, untuk melaporkan program untuk merevitalisasi program KB.

“Kita merasakan program KB, program kependudukan semakin menurun, sehingga harus diadakan gerakan-gerakan untuk kembali menggalakkan program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK),” jelas Surya.

Dengan terbitnya Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, lanjut Surya, maka program KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga) menjadi hal yang wajib dilaksanakan bersama antara pemerintah pusat, propinsi, dan kabupaten/kota.

Untuk pusat sendiri, lanjut Surya, mengelola 10 sub kewenangan, antara lain adalah petugas Lapangan KB, Penyuluh KB, akan kembali dikelola pusat. 

“Jadi mereka nanti adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pusat yang direkrut oleh pusat, dan dilatih serta diberikan sertifikast PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) dan Penyuluh KB,” jelas Surya.

Surya Chandra juga menambahkan, BKKBN juga akan mengelola alat dan obat kontrasepsi serta Sistem Informasi Keluarga yang nanti merupakan basis data kependudukan yang akurat menurut nama dan alamat. Basis data ini dapat dijadikan dasar perencanaan pembangunan ke depan yang langsung menyentuh masyarakat. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
STB Indonesia dan Changi International Group Selenggarakan Singapura, Seru Bareng! Roadshow
Operasi Gabungan Indonesia, Malaysia dan Singapura Terus Padamkan Api
Vettel Melejit di GP Singapura
Asap Mulai Mengepung Singapura dan Sebagian Malaysia
TNI AU Akan Usir Pesawat Militer Singapura
Telkom Bangun Data Center di Singapura
komentar
beritaTerbaru
hit tracker