Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Peredaran diduga beras plastik (sintetis) dinilai sangat berbahaya bahkan melebihi bahaya narkoba. Pemko Medan harus cepat menyikapi dan membentuk tim pengawas dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Penegasan ini disampaikan Ketua Fraksi Persatuan Nasional DPRD Kota Medan Deni Maulana Lubis di Gedung DPRD Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (25/5/2015).
"Pemko harus dapat memberi jaminan kenyamanan bagi masyarakat Medan," ujar Deni.
Dikatakan Deni yang juga sekretaris Komisi C DPRD Medan ini, tim yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum dan elemen masyarakat harus bergerak cepat menindaklanjuti temuan.
"Dari mana sumbernya harus ditelusuri. Sedangkan beras yang ada beredar di pasaran saat ini harus dipastikan aman campuran plastik," tegas politisi Nasdem ini.
Menurut Deni, jika beras plastik terbukti hasil impor, sangat dikhawatirkan hal demikian merupakan kejahatan politik untuk menghancurkan Bangsa Indonesia. Karena dari sisi ekonominya tidak masuk akal jika lebih murah beras plastik dari beras asli.
Ditambahkannya, persoalan itu harus menjadi tugas bersama khususnya pemerintah pusat. Tapi Pemko Medan harus lebih intensif melakukan pengawasan.
"Seluruh aktifitas di pasar, kita minta Pemko Medan tetap memantau," imbuhnya.
Diutarakan Deni lagi, kasihan masyarakat selalu dihantui sejumlah persoalan, seperti pupuk palsu, obat-obatan palsu hingga beras palsu.
"Tak ada lagi kenyamanan bagi masyarakat. Belum lagi masalah kenaikan BBM, LPG," bebernya. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar