Jumat, 15 Mei 2026

PPP Harus Kobarkan Jihad Politik Islam

Rabu, 22 April 2015 00:01 WIB
PPP Harus Kobarkan Jihad Politik Islam
PW Muhammadiyah menerima Panitia Muswil VII PPP Sumut.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara (Sumut) menyarankan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Sumut mengobarkan jihad politik Islam. Saat ini umat Islam menghadapi tekanan idiologi sekuler, liberal dan komunis. 

"PPP dengan seluruh kekuatan umat harus mengobarkan jihad politik Islam," tegas pengurus PWM, Shohibul Anshor Siregar saat menerima kunjungan silaturrahmi panitia muswil VII DPW PPP Sumut di Gedung  Dakwah Muhammadiyah, Jalan SM Raja, Medan, Selasa (21/4/2015).

Selain itu disebutkan, seiring perkembangan zaman, paham masyarakat tentang politik juga mengalami pergeseran. Selama ini, PPP dipahamkan sebagai partai kaum tua, karena itu tidak menarik bagi kaum muda. Karena itu  ke depan PPP harus mampu merekrut kaum muda (pemilih pemula). 

"Pemilih pemula cenderung mencari yang baru, maka PPP harus melakukan pembaharuan," ucapnya.

Dilanjutkan Shohibul, sebagai partai yang teguh mempertahankan jati diri Islam, PPP harus konsisten dengan menginplementasikan jati diri tersebut kepada masyarakat. Untuk itu dibutuhkan kerja keras untuk memberikan advokasi kepada umat dengan menjalin komunikasi politik yang baik. 

"Saat ini bukan zamannya lagi kita membagakan diri sendiri, tapi harus berupaya menyatukan kekuatan-kekuatan kecil yang di tengah-tengah umat. Sehingga apapun permasalahan yang dihadapi dapat diatasi secara bersama-sama pula," ungkapnya.

Dalam rangka mengobarkan jihad politik Islam, kata Shohibul, PPP harus menginplementasikan politik Islam fundamental yang diakui secara nasional dan internasional. Intinya PPP jangan pernah takut membawa indentitas Islam dalam kehidupan politik.

Ditambahkan Prof Hasyimsyah, bahwa dalam membawa idiologi Islam tidak hanya sekedar retorika dan tertulis dalam AD/ART partai. Tapi juga harus tercermin dalam setiap program kerja, sehingga umat yakin bahwa PPP benar-benar memperjuangkan Islam. Dengan pola itu, dengan sendirinya akan tercerdaskan, yang pada akhirnya akan lahir kecintaan dan dukungan kepada PPP.

"Kita harus memahami bahwa 'perang itu adalah tipu daya', namun tipu daya itu dilakukan demi kebenaran dan kebaikan,"imbuhnya.

Sementara itu, Dalail Ahmad menyampaikan, ke depan PPP harus banyak turun ke masyarakat. Basis umat Islam harus di maintenance dengan baik. Lahirkan militansi kader yang teguh memegang idiologi Islam secara kaffah. Termasuk asimilasi struktur kepengurusan dalam rangka membesarkan basis PPP. 

"Kepengurusan PPP harus mengakomodir seluruh simpul kekuatan ummat yang ada di Sumatera Utara," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Muswil VII DPW PPP Sumut Yulizar P Lubis M mengatakan kedatangan Panitia Muswil VII DPW PPP Sumut ke PW Muhammadiyah dalam rangka meminta sarana dan masukan untuk kemudian menjadi bahan dalam menyusun program kerja PPP Sumut ke depan. 

"Kami datang sebelum muswil karena kami membutuhkan masukan dan saran yang membangun demi kebesaran PPP ke depan," ucap Yulizar yang akrab disapa Bang Puli.

Lagi pula, lanjut Puli, sebenarnya antara PPP dan Muhammadiyah ada benar merah sejarah yang tak boleh dilupakan. Faktanya dalam perjalanan PPP di Sumatera Utara cukup besar andil para ulama dan cendikiawan Muhammadiyah. Termasuk sampai sekarang, banyak kader Muhammadiyah yang dipercaya menjadi pengurus PPP di berbagai tingkatan. 

"Kami berpikir untuk mengurusi kepentingan besar umat Islam dibutuhkan kerjasama yang sinergis dari seluruh elemen umat Islam,"jelasnya.

Adapun Pimpinan Muhammadiyah yang menerima kunjungan Panitia Muswil VII DWP PPP Sumut, diantaranya Sekretaris PW Muhammadiyah M Nasir Wahab, Dalail Ahmad (Wakil Ketua), Hasyimsyah, Mario Kasduri, Sarwo Edi, Shohibul Anshor Siregar, Irwansyah MA, Bahril Datuk, Asqolan, dan Mutholib MM.

Sementara itu rombongan panitia muswil PPP Sumut adalah Ketua Panitia Yulizar P Lubis, Sekretaris Jonson Sihaloho, M Darianto, Hosen Hutagalung, Basyirus Sawal, Tazmir Panggabean, Darwin Marpaung, Budi Nasution, M Soleh Tanjung, Mursal Harahap dan Bambang S. (BS-001)

Tags
PPP
beritaTerkait
MenPAN-RB Dorong Kepala Daerah Pastikan Tenaga Non-ASN Ikut PPPK Tahap II
Pemko Binjai Gelar Seleksi Kompetensi CAT PPPK
Pemko Binjai Gelar SKD CPNS Tahun 2024
Walikota Pematangsiantar Pastikan Pegawai Non ASN Pemko Pematangsiantar Ujian PPPK di Medan Diberikan SPPD
Pj Bupati Langkat Lantik 925 PPPK Formasi 2023: Tegaskan Pentingnya Disiplin Dan Integritas Dalam Pelayanan Publik
Mantan Bupati Batubara jadi DPO, Polda Sumut Minta Masyarakat Lapor
komentar
beritaTerbaru
hit tracker