Selasa, 26 Mei 2026

KPA Harus Punya Database Penderita HIV/AIDS di Sumut

Jumat, 27 Maret 2015 23:41 WIB
KPA Harus Punya Database Penderita HIV/AIDS di Sumut
Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi dan pengurus KPA Sumut berdiskusi. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Tengku Erry Nuradi mendorong Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumut memiliki database penderita AIDS di Sumut. Database tersebut menjadi salah satu acuan dalam membatasi penularan HIV/AIDS.
 
Harapan itu disampaikan Wagub Tengku Erry saat menerima audiensi pengurus DPA Sumut di Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (26/3/2015).
 
Hadir dalam audiensi itu Sekretaris KPA Sumut Rachmatsyah bersama Kepala Sekretariat KPA A Ramadhan. Sementara Wagub Sumut didampingi Staf Ahli Gubernur Sumut Asren Nasution, Kabiro Binkemsos M Yusuf dan Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Sumut Sukarni.
 
Dalam kesempatan, Tengku Erry menegaskan, langkah awal dalam upaya untuk membatasi penularan HIV/AIDS adalah dengan melakukan pendataan penderita secara konprehensif.
 
"KPA Sumut layak punya data falid tentang jumlah penderita HIV/AIDS di Sumut. Kemudian di daerah mana saja, termasuk usia penderita, penyebab penularan dan lain sebagainya. Bila memungkinkan datanya by name by address," ujar Tengku Erry.
 
Database tersebut, kemudian menjadi acuan dalam menyusun program, baik program pencegahan maupun penanggulangan.
 
"Daerah rawan HIV/AIDS akan menjadi prioritas penanggulangan. Sedang daerah yang tergolong masih bersih, akan diperkuan sosialisasi pencegahan," saran Tengku Erry.
 
Dengan adanya database, KPA Sumut, akan mudah merangkul pihak lain dalam mendukung program pencegahan dan penangulangan HIV/AIDS.
 
"Misalnya, daerah pelabuhan Tanjung Balai, KPA Sumut dapat merangkul KPA Tanjung Balai dan sejumlah LSM di daerah bersangkutan. Demikian juga dengan daerah lain. Kedekatan dengan penderita akan mempermudah dalam upaya penanggulangan, karena penderita HIV/AIDS umumnya akan menutup diri," papar Tengku Erry.
 
Tengku Erry menyadari, pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan biaya tidak sedikit. Untuk itu, KPA Sumut diharapkan memiliki strategi dalam memperoleh dana untuk mendorong terealisasinya program.
 
"Alokasi dana yang dimiliki pemerintah sangat terbatas. KPA Sumut tidak tertutup kemungkinan merangkul pihak lain seperti BUMN, BUMD dan pihak swasta bekerjasama dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Sumut," sebut Tengku Erry.
 
Sejumlah perusahaan masih menyalurkan dana Corparate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk pemberian beasiswa dan lain sebagainya. KPA Sumut dapat merangkul pihak swasta untuk peduli dengan menyalurkan CSR untuk pencegahan HIV/AIDS.
 
"KPA juga boleh saja merangkul dana funding dari luar, karena persoalan HIV/AIDS sudah menjadi masalah internasional," saran Tengku Erry.
 
Tidak harus dalam bentuk bantuan dana, KPA juga dapat merangkul pihak lain dalam menyiapkan alat sosialiasi pencegahan HIV/AIDS dengan menyiapkan baleho dan spanduk.
 
"Boleh juga merangkul pengusaha advertising. Kerjasmaa dengan dunia periklanan juga akan mengurangi biaya sosialisasi. Selama ini, dana yang dikelola KPA Sumut merupakan dana hibah dari APBD Sumut. Dana itu harus tepat guna dan dapat dipertangungjawabkan," tambah Tengku Erry.
 
Sementara Sekretaris KPA Sumut Rachmatsyah mengatakan, salah satu program Tahun 2015 adalah membentuk KPA di sejumlah kabupaten/kota di Sumut, sesuai surat imbauan Wagub Sumut sebelumnya.
 
"Dari 15 KPA sebelumnya, kini telah terbentuk 25 KPA di kabupaten/kota di Sumut," ujar Rachmatsyah.
 
Program KPA Sumut Tahun 2015 salah satunya akan mengucurkan subsidi sebesar Rp10 juta kepada KPA di kabupaten/kota untuk program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi semangat agar program di daerah berjalan lancar, tambah Rachmatsyah.
 
Sebelum audiensi berakhir, Rachmatsyah juga berharap Wagub Sumut untuk mengeluarkan rekomendasi penguatan pengurus KPA Sumut.
 
"Ada pengurus yang meninggal dunia. Ada juga yang telah mengundurkan diri. Kami berharap kepengurusan KPA Sumut diperkuat dengan penambahan anggota lagi," harap Rachmatsyah.
 
Berdasarkan data KPA Sumut, penderita HIV/AIDS hingga Januari 2015 tercatat sebanyak 6.689 orang. Penderita terinfeksi HIV sebanyak 2.564 orang dan positif AIDS 4.125 orang. (BS-001)

Tags
KPA
beritaTerkait
Terminal Lubuk Pakam Mulai Uji Coba, Kadishub Sumut Ajak Operator Bus dan Pengguna Jasa Angkutan Manfaatkan Fasilitas yang Disediakan
IKPA Terbaik, Polda Sumut Peroleh Penghargaan dari Kemenkeu
Polda Sumut Gerebek Gudang Pengoplosan Gas Elpiji Subsidi di Pakpak Bharat
Walikota Padangsidimpuan Berikan Sambutan di Kongres Persekutuan Kaum Bapak GKPA
Meriahkan Hari Bhayangkara ke-77, Setukpa Lemdiklat Polri Gelar Event Soekaboemi Tempo Doeloe
Peringati Hari Bhayangkara  ke-77 Tahun 2023, Kasetukpa Menjadi Irup di Lapangan Merdeka Kota Sukabumi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker