Senin, 11 Mei 2026

UNESCO Bantu Medan Atasi Permasalahan Air Bersih

Kamis, 18 Juli 2013 18:06 WIB
UNESCO Bantu Medan Atasi Permasalahan Air Bersih
Google
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – UNESCO akan membantu Pemerintah Kota Medan untuk mengatasi permasalahan kekurangan pasokan air bersih yang selama ini dihahadapi. Pasokan air bersih ini nantinya diutamakan di daerah utara yakni Belawan, dengan memanfaatkan sumber air Sungai Deli yang dikelola menjadi air bersih berkualitas, untuk pasokan kepada masyarakat juga industri-industri di wilayah Utara khsusunya.

Hal ini diketahui saat Deputy Director and Senior Programme Specialist for Water and Environmental Sciences UNESCO Mr Sahbaz Khan melakukan kunjungan ke Balaikota Medan, Rabu (17/7/2013),  diterima Plt Walikota Meda T Dzulmi Eldin S, Sekda Syaiful Bahri Lubis, Kepala Bappeda Zulkarnaen dan sejumlah Pimpinan SKPD Pemko Medan.

Sahbaz Khan menjelaskan permasalah akan kebutuhan air bersih yang dialami Medan sama dengan permasalahan yang dialami kota-kota lainnya di dunia. Sebanyak 40 negara di Asia telah dibantu oleh UNESCO dalam mengatasi permasalahan kebutuhan air bersih. Saat ini UNESCO sedang membantu Jakarta untuk mengatasi kesulitan air bersih.

Dikatakannya, untuk mengatasi permasalahan kesulitan air bersih di wilayah utara khsusunya Medan Belawan diakuinya perlu mencari sumber air lain dan pemanfaatan air Sungai Deli merupakan salah satu solusi, sedangkan untuk memanfaatkan sumber air dibawah tanah, tentinya ini akan mengalami problem-problem yakni terjadi polusi rumah tangga, dimana air yang mengandung garam tentunya rasanya payau, dan ini sudah menjadi problem terberat pada negara-negara di  Asia.

“Kami datang ke Kota Medan untuk menawarkan program kerja kami khusus di bidang air bersih dan lingkungan, permasalah apa yang dihahadapinya saat ini dan kedepannya, kami akan coba mengatasi permasalahan tersebut, juga membagi pengalaman bagaimana mengelolanya,” ujar Shahbaz Khan.

Menurutnya, pihak UNESCO akan turun ke lapangan melihat situasi dan kondisi lapangan, setelah itu hasilnya akan dilaporkan. Selanjutnya pihak UNESCO akan menurunkan para ahli dan kerja ini memerlukan waktu cukup panjang. UNESCO siap untuk membantu Pemerintah Kota Medan guna mengelola air bersih baik untuk saat ini dan juga untuk masa yang akan datang.

Plt Walikota Medan T Dzulmi Eldin S menjelaskan, permasalahan yang sedang dihadapi Medan adalah kesulitan akan kebutuhan air bersih. Pasokan air bersih yang ada selama ini adalah dari PDAM Tirtanadi Provisnsi Sumatera Utara, sehingga Medan tidak bisa mengelola secara leluasa memberikan pasokan air bersih kepada masyarakat. Saat ini yang yang majadi program utama adalah bagaimana memberikan pasokan air bersih di wilayah utara untuk memenuhi kebutuhan air besih kepada masyarakat juga industr-industri yang ada di sana.

Menurutnya, pemanfaatan sumber air dari Sungai Deli untuk dijadikan air bersih menjadi pilihan. Untuk itulah diharapkan pihak UNESCO secepatnya dapat melakukannya, karena memang kebutuhan akan air bersih ini sudah sangat mendesak, dan pihak Pemerintah Kota Medan siap memberikan data data-data yang diperlukan.

“Nantinya air Sungai Seli tersebut dikelola menjadi air bersih dengan membangun water treatment di wilayah Martubung Medan Labuhan, dan dari sini akan dilakukan distribusi atau penyeberannya kepada masyarakat,” ujarnya. (BS-024)

Tags
beritaTerkait
Pemerintah Indonesia, WWC, dan UNESCO Tanda Tangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Penyelenggaraan World Water Forum ke-10
 Polrestabes Medan Sukses Amankan Parade dan Gebyar Berkebaya Tahun 2022 Goes To Unesco
Disbudpar Sumut Gelar Festival Toba Kaldera Unesco Global Geopark
Toba Caldera Unesco Global Geopark Jajaki Kerjasama dengan Unimed
Muhadjir Effendy: Pemerintah Terus Upayakan Desa Bawomataluo di Nias Selatan Masuk Warisan Dunia UNESCO
UNESCO Tetapkan Tiga Cagar Biosfer Indonesia
komentar
beritaTerbaru
hit tracker