Kamis, 30 April 2026

UNESCO Tetapkan Tiga Cagar Biosfer Indonesia

Minggu, 01 November 2020 11:00 WIB
UNESCO Tetapkan Tiga Cagar Biosfer Indonesia
BERITASUMUT,COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Penetapan tiga cagar biosfer baru Indonesia diumumkan dalam Sidang ke 32 International Coordinating Council (ICC) Man and the Biosphere (MAB) UNESCO secara daring, pada 27-28 Oktober 2020 oleh UNESCO Headquarter di Paris, Perancis. Ketiga cagar biosfer tersebut adalah Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa, Cagar Biosfer Karimunjawa Jepara Muria, dan Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh.

Tiga nominasi cagar biosfer baru yang berasal dari Indonesia resmi ditetapkan dalam pelaksanaan Sidang ke-32 ICC MAB UNESCO tahun 2020. Karena Pandemi, sidang yang sedianya dilaksanakan di Abuja Nigeria tersebut dilakukan secara daring oleh Sekretariat MAB UNESCO, Paris. Sidang tersebut juga menetapkan 24 cagar biosfer lainnya dari berbagai belahan dunia. Ketiga cagar biosfer baru Indonesia seluas total 2.237.373,26 ha yang dikukuhkan oleh sidang ICC MAB kali ini adalah Cagar Biosfer Bunaken Tangkoko Minahasa (746.412,54 ha), Cagar Biosfer Karimunjawa Jepara Muria (1.236.083,97 ha) dan Cagar Biosfer Merapi Merbabu Menoreh (254.876,75 ha).

“Dengan demikian, kini Indonesia memiliki 19 cagar biosfer seluas 29.901.729,259 ha yang menjadi bagian dari World Network of Biosphere Reserves (WNBR),” jelas Direktur Eksekutif Komite Nasional Program MAB Indonesiaâ€"Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), Y Purwanto seperti dilansir dari laman lipi.go.id, Minggu (01/11/2020).

Baca Juga:

Dari total luas kawasan cagar biosfer yang dimiliki Indonesia tersebut, ia menyebutkan, luas kawasan konservasi yang menjadi core area/area inti cagar biosfer adalah 5.261.133,42 ha atau sebesar > 20% dari total luas kawasan cagar biosfer yang ada.

Purwanto menyatakan bahwa konsep cagar biosfer itu sendiri telah digagas oleh UNESCO sejak tahun 1971. “Konsep cagar biosfer adalah mengelola suatu kawasan yang ditujukan untuk mengharmonisasikan antara kebutuhan konservasi keanekaragaman hayati-sosial-ekonomi yang berkelanjutan dan dukungan logistik yang cukup dimana kawasan konservasi merupakan core areanya,” terang Purwanto seraya menyebutkan saat ini jumlah cagar biosfer telah mencapai jumlah 714 yang tersebar di 129 negara di dunia.

Baca Juga:

Sebagai informasi, Dalam kegiatan tersebut juga diselenggarakan pemilihan pemenang MAB Young Scientists Awards 2020. Pemilihan nominasinya diprioritaskan pada yang melakukan aksi nyata kontribusi pada implementasi Lima Action Plan (LAP) untuk Cagar Biosfer dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).Indonesia meraih prestasi dengan menjadi salah satu dari enam pemenangnya, yakni Radisti Ayu Praptiwi dengan judul penelitian “Understanding the impact of climate change to cultural ecosystem services in tropical marine biosphre reserve Taka Bonerate Kepulauan Selayar”.(BS09)

Tags
beritaTerkait
Pemerintah Indonesia, WWC, dan UNESCO Tanda Tangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Penyelenggaraan World Water Forum ke-10
 Polrestabes Medan Sukses Amankan Parade dan Gebyar Berkebaya Tahun 2022 Goes To Unesco
Disbudpar Sumut Gelar Festival Toba Kaldera Unesco Global Geopark
Toba Caldera Unesco Global Geopark Jajaki Kerjasama dengan Unimed
Muhadjir Effendy: Pemerintah Terus Upayakan Desa Bawomataluo di Nias Selatan Masuk Warisan Dunia UNESCO
29 Aset Warisan Nasional di Sumut Berpotensi Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO
komentar
beritaTerbaru
hit tracker