Senin, 07 September 2026

Sehat Berpuasa, Kurangi Makanan Lemak dan Karbohidrat

Minggu, 12 Juni 2016 17:31 WIB
Sehat Berpuasa, Kurangi Makanan Lemak dan Karbohidrat
Beritasumut.com/Ist
Makanan berlemak
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Hampir sepekan umat muslim melaksanakan ibadah puasa. Selama kurun waktu tersebut, banyak di antara kita yang merasakan lemas sehingga menurunkan produktifitas pekerjaan sehari-hari. Sebagian beranggapan, agar tidak lemas, timbul kebiasaan makan sahur yang banyak.

Bukan itu saja, banyak juga yang makan berlebihan saat berbuka, kurang mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, tidur seharian sampai tidak berolahraga. Akibatnya, tanpa disadari berat badan terus meningkat dan kondisi tubuh menjadi kurang fit.

Dr Benny Satria menganjurkan, sebaiknya kurangi makanan yang berlemak, dan karbohidrat tinggi, namun perbanyak makanan mengandung protein. Pasalnya, makanan yang mengandung lemak dan karbohidrat, lebih cepat diserap dalam tubuh, antara waktu 2-3 jam setelah makan, dibandingkan protein yang terdapat pada daging, susu, telur, tempe, dan lainnya, bisa 4-6 jam kemudian baru dicerna.

Baca Juga:

“Sehingga, bila lebih banyak konsumsi makanan yang mengandung lemak serta karbohidrat, tentu akan lebih cepat lapar. Karena di dalam pankreas itu ada zat insulin yang berfungsi menetralkan kadar gula dalam darah. Sedangkan protein, biasanya sudah masuk tidak langsung dicerna, melainkan mengembang dahulu,” terangnya. (BS02)

Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
Jalin Silaturahmi dan Sinergitas, KORMI Medan-KoJAM Buka Puasa Bersama
Pemerintah Kota Binjai Gelar Buka Puasa Bersama dan Pelepasan Tim Safari Ramadan
Bookber Simpel IM3 di Kota Medan Jadi Bukber Paling Seru
Wakil Walikota Medan Berbagi Makanan Berbuka Puasa untuk Driver Ojol dan Masyarakat
Buka Puasa Bersama dengan Seluruh Pemangku Kepentingan Kota, Walikota Medan: Momentum untuk Mengikat Silaturahmi Diantara Kita Semua
Wakil Walikota Pematangsiantar Buka Puasa Bersama Para Alim Ulama dan Masyarakat
komentar
beritaTerbaru
hit tracker