Jumat, 25 September 2026

Teknologi Sel Punca, Indonesia Bisa Jadi Acuan Masyarakat ASEAN

Sabtu, 16 April 2016 23:52 WIB
Teknologi Sel Punca, Indonesia Bisa Jadi Acuan Masyarakat ASEAN
Beritasumut/BS02-rel
Menristekdikti Nasir saat melakukan kunjungan kerja ke UPT Teknologi Kedokteran Sel Punca RSCM-FKUI Gedung CMU lantai 5, pertengahan pekan kemarin.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Perkembangan teknologi sel punca, atau 'stem cell technology' di dunia sangat cepat.Stem cell adalah inovasi teknologi yang sangat maju.Terapi sel punca mulai dikembangkan di dunia pada tahun 1996, dan Indonesia memulainya sekitar tahun 2007. Sel punca bisa dikembangkan dari embrio, tali pusat bayi baru lahir, jaringan sendiri (autologous) maupun orang lain (allogenic).
 
Menristekdikti Nasir menekankan agar teknologi sel punca ini segera dapat berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat."Jika teknologi sel punca ini dapat berkembang dengan baik, maka harapannya kesehatan masyarakat Indonesia akan menjadi lebih baik juga," ujar Nasir dilansir dari laman resmi ristekdikti.go.id saat melakukan kunjungan kerja ke UPT Teknologi Kedokteran Sel Punca RSCM-FKUI Gedung CMU lantai 5, pertengahan pekan kemarin.

Sementara itu, Dekan FKUI Ratna Sitompul menjelaskan bahwa pengembangan teknologi sel punca di seluruh dunia, keunggulannya kurang lebih hampir sama. "Jika Indonesia ingin bertarung di dunia, Indonesia bisa memulainya," ujarnya.

Di tempat yang sama, Dirut RSCM Heriawan Soejono mengatakan jikan teknologi ini mampu mengobati beberapa penyakit."Ada penyakit yang berkaitan dengan tulang, otot, maupun kanker di tulang dan otot, penyakit tersebut dapat kami obati dengan teknologi sel punca. Sehingga adik-adik kami yang terkena kanker tulang dan otot, bisa bermain bola lagi," sebut Heriawan. 

Heriawan meyakini bahwa di masa depan, bukan tidak mungkin Indonesia RSCM-FKUI UPT Teknologi Sel Punca, akan menjadi acuan bagi masyarakat ASEAN, seandainya fasilitas riset dan kualitas SDM Indonesia terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari akademisi, pebisnis, dan pemerintah (academicians-bussiness persons-the Government).(BS02)

Tags
beritaTerkait
RSUP H Adam Malik Belum Temukan Pasien Parkinsonis Terinfeksi HIV
Rugikan Pasien, RS Swasta yang Lakukan Transfusi Darah Harus Ditertibkan
Jumat Besok, Rumah Sakit USU Gelar Pemeriksaan EKG Gratis
BPJS Kesehatan Gelar Goes To School di SMP Budi Murni I Medan
Diabetes Mellitus, Penyakit Paling Banyak Ditangani RSUD dr Pirngadi Medan
Empat Poliklinik RSU FL Tobing Buka Pelayanan Sore Hari
komentar
beritaTerbaru
hit tracker