Selasa, 08 September 2026

Apakah Mi Instan Baik Untuk Kesehatan?

Minggu, 11 Januari 2015 01:19 WIB
Apakah Mi Instan Baik Untuk Kesehatan?
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Siapa tidak kenal mi instan? Makanan ekonomis yang mudah dan cepat dibuat serta memiliki variasi rasa yang banyak.

Dikutip dari klikdokter.com, Ahad (11/1/2015), karena makanan ini termasuk makanan yang cukup banyak dan rutin dikonsumsi luas serta sudah mendapat tempat di hati kita semua, maka sudah seharusnya kita mengetahui konsekuensi kesehatan yang mungkin terjadi ketika mengkonsumsi mi instan.

Menyebabkan Ketidakseimbangan Nutrisi

Suatu penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi mi instan membuat seseorang mengalami peningkatan yang signifikan untuk zat nutrisi yakni vitamin B1, vitamin B2, kalori, lemak, garam.

Namun di lain sisi, ada beberapa zat nutrisi lainnya yang signifikan lebih rendah dibandingkan zat-zat nutrisi diatas dibandingkan pada orang yang tidak mengkonsumsi mi instan, diantaranya protein, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, vitamin A, vitamin B3, vitamin C.

Memicu GERD

Gastro Oesophageal Disease (GERD) atau Penyakit Refluks Gastroesofageal terjadi akibat naiknya cairan lambung kekerongkongan. Hal ini disebabkan klep antara lambung dan kerongkongan tidak berfungsi dengan baik. Penyakit ini disebabkan oleh banyak hal termasuk makanan. Makanan-makanan tertentu dapat bersifat refluksogenik atau merangsang terjadinya refluks (aliran balik asam lambung dari lambung ke kerongkongan). Makanan-makanan ini termasuk makanan pedas, makanan berlemak, makanan manis, roti, alkohol, minuman bersoda, dan minuman yang mengandung kafein.

Dalam suatu penelitian, mi instan juga termasuk dalam makanan bersifat refluksogenik. Mi instan dapat memicu gejala GERD menjadi lebih parah.

Hal ini mungkin disebabkan karena kandungan karbohidrat yang tinggi dalam mi instan. Dalam penelitian terbaru ditemukan bahwa diet rendah karbohidrat pada penderita GERD secara signifikan mengurangi gejala.

Penyebab lain diduga adalah karena mi biasanya dibuat dari terigu yang lebih mungkin memicu gejala GERD dari pada nasi.

Dan terakhir, penyebab yang juga mungkin adalah karena kandungan garam yang tinggi di dalam bumbu mi instan yang merupakan pemicu kuat munculnya gejala GERD.

Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Lainnya

Sindrom kardio-metabolik adalah suatu rangkaian masalah kesehatan yang menyangkut organ jantung dan pembuluh darah, ginjal, sistem metabolik tubuh, sistem pembekuan darah, dan peradangan. Semua rangkaian masalah kesehatan tersebut merupakan faktor risiko untuk terjadinya penyakit jantung pembuluh darah, diabetes tipe 2, stroke, hipertensi, dan kadar kolesterol tinggi dalam darah. Kondisi ini merupakan faktor risiko kuat untuk berkembangnya penyakit jantung pembuluh darah dan stroke yang parah dan muncul pada usia muda.

Pada sebuah penelitian yang belum lama ini dipublikasi, konsumsi mi instan ≥2 kali dalam seminggu terkait dengan peningkatan kejadian sindrom kardio-metabolik sebesar 68%, dan terutama pada wanita, terlepas dari makanan lain yang mereka konsumsi.

Hal ini mungkin disebabkan karena wanita memiliki homon seks dan metabolisme yang berbeda dibanding pria.

Selain itu, kemasan mi instan yang  sering dilapisi dengan BPA yang dapat mengganggu keseimbangan estrogen sehingga meningkatkan risiko terjadinya sindrom kardio-metabolik.

Meningkatkan Risiko Kanker Lambung

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui kaitan antara kanker lambung dan konsumsi mi instan. Ditemukan bahwa konsumsi mi instan terkait dengan risiko kanker lambung yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mi biasa.

Memang sulit ditampik, makanan olah dewasa ini kebanyakan diduga kuat sebagai pencetus kanker. Seperti halnya sosis dan daging olahan lainnya.

Menurunkan Kadar Gula Darah

Dalam suatu penelitian, ditemukan bahwa konsumsi mi instan menurunkan glukosa darah pada orang dewasa sehat jika dibandingkan dengan konsumsi nasi. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker