Senin, 11 Mei 2026

Kenalan Lewat Facebook, Cewek 14 Tahun Disetubuhi di Kebun Sawit

Kamis, 05 Maret 2015 16:20 WIB
Kenalan Lewat Facebook, Cewek 14 Tahun Disetubuhi di Kebun Sawit
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Kasus pencabulan yang dialami Bunga (14) nama samaran warga Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, sampai saat ini tak kunjung juga diproses Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polresta Asahan sejak dilaporkan Tanggal 19 Desember 2014 lalu dengan pelaku W (20) warga Huta Padang, Kecamatan BP Mandoge.

Informasi dihimpun, Kamis (5/3/2015), kejadian berawal saat korban berkenalan dengan W awal Desember 2014. Korban berkenalan dengan pelaku melalui jejaring sosial Facebook. Setelah dua hari kenal, lalu korban bertemu pelaku dan pergi berboncengan dengan mengendarai sepeda motor. Sepekan setelahnya keluarga korban pun curiga dengan perangai korban. Setelah dibujuk akhirnya korban pun menceritakan dirinya telah disetubuhi pelaku.

Mendengar hal itu lantas orang tua korban pun terkejut dan mendatangi alamat pelaku untuk meminta pertanggungjawaban. Namun pelaku mengelak tidak mengakui perbuatannya. Karena kesal lantas orang tua korban pun melaporkan kasus ini ke Polresta Asahan dengan Nomor: STBL/1200/XII/2014.

"Kami gak tahu persis awal kejadian itu tapi setahu kami, anak saya berkenalan dengan pelaku melalui handphone atau Facebook. Anak saya mengatakan dua hari kemudian setelah perkenalan sekira pukul 10 malam, pelaku membawa anak kami untuk jalan- jalan dan itu tanpa sepengetahuan kami orang tua korban," terang ibu korban.

Lanjutnya, korban dibawa ke areal perkebunan kelapa sawit dan disitu korban dibujuk lalu disetubuhi.

"Anak kami cuma bilang pelaku membawa anak kami menuju arah perkebunan kelapa sawit naik kereta Satria F berwarna biru, dan tempat tersebut lumayan jauh dari rumah orang. Terus dibujuklah untuk disetubuhi," ujarnya.

Sementara itu menurut keterangan teman korban, Anggi (14), sempat melihat korban jalan dengan pelaku.

"Aku pernah lihat orang itu (korban dan pelaku) boncengan naik kereta ke arah Kisaran. Tapi aku gak kenal nama laki-lakinya cuma kenal wajahnya aja, dan aku gak tau kalau dia (korban) dibawa ke kebun sawit," terang teman sekelas korban.

Mirisnya UPPA polresta Asahan hanya menerima laporan namun tidak memprosesnya, sampai akhir Januari keluarga korban datang kembali ke UPPA Polresta Asahan untuk menanyakan perkembangan kasusnya kepada pihak kepolisian, namun tidak ada tindak lanjut.

Menurut keterangan orang tua korban, Juru Periksa yang menangani kasus ini yang diketahui bernama F Sembiring hanya memberikan janji tanpa ada realisasinya. Karena setelah pemeriksaan dua saksi yang diminta untuk dihadirkan pada awal bulan Februari 2015 lalu, hingga saat ini pelaku tidak juga diperiksa padahal sebelumnya juru periksa sudah berjanji bila saksi lengkap akan langsung menangkap pelaku tetapi itu hanya janji.

"Kemarin itu kata jupernya harus menghadirkan dua saksi, sekarang saksi udah selesai pelakunya tak juga ditangkap," terang ibu korban.

Lanjutnya bahkan kasus yang sudah berjalan tiga bulan ini seperti tidak mendapat tindak lanjut, juru periksa hanya terus berjanji untuk menangkap pelaku.

"Janji-janji saja yang kami terima, gak pernah jelas kapan akan ditangkap pelakunya. Bahkan HP jupernya pun kadang gak aktif dan setiap ditelepon atau SMS gak pernah ada balasan," kesalnya.

Kemudian salah seorang keluarga korban, Ema (27) juga sempat mencoba menanyakan perkembangan kasus ini kepada Kanit UPPA Polresta Asahan, namun tidak mendapat respon sama sekali.

"Udah capek aku nelepon untuk menanyakan perkembangannya ke Kanit UPPA, tapi gak direspon," terangnya.

Bahkan saat kasus ini dikonfirmasi ke Kapolresta Asahan AKBP Yulmar mengatakan akan mengecek laporan tersebut.

"Oke terima kasih, mohon waktu saya cek dahulu," ujarnya singkat via sms.

Namun hanya janji-janji saja yang diberikan tanpa adanya tindak lanjut. Hal ini pun membuat keluarga korban kecewa dan menyesalkan sikap Polresta Asahan yang mendiamkan masalah ini.

"Masalah cabul dianggap mainan sama mereka, mereka tidak peduli dengan masyarakat kecil seperti kami, padahal hak kami meminta perlindungan sama mereka tapi disepelekan oleh mereka, nyesak minta tolong sama mereka, bahkan sampai memohon ke pimpinan tertinggi pun diabaikan juga," keluhnya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Laga Persahabatan, PWI Sumut Bungkam Polres Asahan
Sepekan Operasi Patuh 2016, Kepolisian Catat Ada 66.796 Kali Pelanggaran
Polres Asahan Gerebek Kampung Tengah, 2 Orang Diamankan
Polres Asahan Gerebek Bagan, Bandar dan Pengguna Narkoba Ditangkap
AKBP Tatan Dirsan Atmaja Kapolres Asahan
Polres Asahan Amankan Mantan GAM Penyelundup Sabu Dari Malaysia
komentar
beritaTerbaru
hit tracker