Minggu, 19 April 2026

Polisi Rekonstruksi Kasus Penjambretan Turis Asing di Medan

Minggu, 11 Mei 2014 18:58 WIB
Polisi Rekonstruksi Kasus Penjambretan Turis Asing di Medan
Tersangka M Khaidil dan Raja Nanda. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Usai meringkus 2 tersangka spesialis  penjambretan terhadap turis asing dan Cina yang terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, Jumat (9/5/2014) dinihari, Polsek Percut Sei Tuan  menggelar rekontruksi kasus tersebut pada Ahad (11/5/2014).

Rekontruksi dilakukan di lima lokasi dengan tersangka M Khaidil (17) warga Jalan Gurilla Lorong Langgar, Medan dan Raja Nanda (20) warga Jalan M Yakub, Medan.

Rekontruksi pertama dilakukan di Jalan Palang, Merah depan Karaoke Nav tempat pertama kali tersangka melakukan penjambretan. Di sini tersangka melakukan penjambretan terhadap warga asing dan berhasil mengambil tasnya.

Rekontruksi kedua dilakukan Jalan Zainul Arifin depan Bank Mestika dengan korban Carmen Isabel warga asal Jerman. Dalam rekontruksi ini dilakukan 4 adegan dari tersangka datang hingga mengambil tas korban.

Penjambretan ketiga dilakuka kedua tersangka di Jalan Balaikota depan Hotel Grand Aston. Disini korban Koi Wee Li alias Xu Weili warga asal  Singapura sedang menunggu taksi dijambret tersangka dengan menggunakan sepeda motor Satria FU BK 2491 AEK yang selalu digunakan tersangka dalam melancarkan aksinya.

Rekontruksi keempat dilakukan di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan Kantor KPU Sumut. Di sini korban Lia dan suaminya yang mengendarai sepeda motor RX King dipepet kedua tersangka. Namun, tersangka gagal mengaambil tas milik korban. Sementara korban Lia tewas saat terjadinya aksi penjambretan itu.

Rekontruksi kelima dilakukan di Jalan Selamat Ketaren.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Ronald Sipayung menjelaskan, rekontruksi digelar guna mengetahui bagaiamana kedua tersangka melakukan aksi penjambretan.

"Rekontruksi ini untuk mengetahui bagaimana tersangka melakukan penjambretan. Selain itu, kita gelar rekonstruksi ini untuk melengkapi berkas perkara tersangka yang akan kita serahkan ke pengadilan," katanya.

Tersangka Raja Nanda mengaku kerap melakukan penjambretan dengan sasaran turis asing dan orang Cina. "Memang turis asing dan Cina aja incaran kami. Kami menjambret hanya mengincar uang dollar turis asing itu. Kalau dollarnya banyak kalau ditukar kan tinggi harganya," katanya.

Dikatakannya, uang hasil jambret itu digunakan mereka untuk membeli sabu. 

"Kami merampok karena mau beli sabu. Kami ditangkap saat sedang membakar passpor dan kartu identitas korban. Pas polisi datang kami mau lari. Ya sempat melawan aku makanya kedua kakiku ditembak,” aku pelaku.

Sementara itu, Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta Karo-karo mengapresiasi Polsek Percut Sei Tuan yang berhasil menangkap tersangka penjambretan terhadap turis asing.

"Kita apresiasi, karena jika kita tidak bergerak cepat maka Kota Medan akan tercemar dengan maraknya penjambretan terhadap turis asing," katanya. (BS-031)

Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Gelar Rekonstruksi Penganiayaan Oleh Anak Perwira
Kasus Pembunuhan Nick Wilson, Satreskrim Polresta Deli Serdang Gelar Rekonstruksi
Kapolsek Sunggal Pimpin Pra-Rekontruksi Kasus Pembunuhan dan Pemerkosaan Siswa SMK di Desa Tanjung Selamat
Kasus Pembunuhan Anak Remaja, Polsek Percut Prarekonstruksi 20 Adegan
Ingin Turut Menyaksikan, Masyarakat Padati Lokasi Rekonstruksi Pembunuhan Hakim PN Medan
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan Digelar Polda Sumut Bersama Polrestabes Medan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker