Kamis, 14 Mei 2026

Teroris di Medan Bunuh Tiga Sandera

Senin, 10 Juni 2013 21:42 WIB
Teroris di Medan Bunuh Tiga Sandera
Ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Banyaknya permintaan teroris jaringan kelompok Abdul Kemprut yang berbasis di Malaysia, antara lain minta uang sebanyak Rp500 miliar, membuat pihak negosiator lambat merespon permintaan teroris. Buntutnya teroris membunuh tiga orang sandera, Ahad (9/6/2013)

Rinciannya, satu orang sandera di pesawat terbang yang parkir di Bandara Polonia, Medan, dibunuh dan jenazah warga negara Malaysia berjenis kelamin laki-laki dibuang keluar. Satu orang sandera berjenis kelamin pria di Hotel Arya Duta juga dibunuh. Satu orang sandera di Pelabuhan Belawan juga dibunuh dan jenazahnya di lempar dari atas kapal yang dibajak teroris.

Sontak hal itu sangat disesalkan Panglima TNI. Ini adalah skenario Latihan Gabungan Malindo Darsasa-8AB/2013 yang dibuka Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Lanud Soewondo, Medan, Jumat (7/6/2013).
 
Selanjutnya, Panglima TNI dan Panglima ATM mengeluarkan perintah operasi kepada Komandan Combine Joint Task Force Counter Terrorism untuk segera melakukan operasi pembebasan sandera di tiga titik agar tidak ada lagi korban. Pembebasan sandera harus benar-benar matang dan tidak boleh gagal.
 
“Pembebasan sandera dalam keadaan selamat merupakan yang terbaik dari yang baik,” tegas Panglima TNI pada saat mengeluarkan perintah operasi kepada Komandan CJTF-CT di Gedung Serba Guna Lanud Soewondo, Ahad (9/6/2013).

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan kepada Komandan CJTF-CT agar memperhatikan masalah HAM. Sekecil apapun yang melangar HAM merupakan kegagalan dalam melakukan operasi. Oleh sebab itu agar ditekankan kembali kepada prajurit yang ikut pembebasan sandera, karena ini sudah menjadi perhatian dunia.

Hindari pelanggaran sekecil apa pun, kendatipun yang dihadapi adalah teroris bersenjata api dan memiliki bahan peledak yang membahayakan. Tujukkan profesionalisme bahwa prajurit mampu menghadapi teroris bersenjata api. Prajurit diyakini sudah mempelajari anatomi teroris di tiga titik tersebut, sehingga dapat melakukan operasi sesuai rencana.

Masih ada waktu yang diberikan Panglima TNI dengan batas waktu tujuh hari. Gunakan waktu yang ada untuk berlatih dan berlatih, pusatkan konsentrasi agar pokus pada tugas pokok masing-masing yang akan dihadapi, tandas Panglima TNI. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Satu Sandera Perempuan Dibarter Satu Helikopter
Tim Aju Malaysia Tiba di Medan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker