Senin, 17 Agustus 2026

Lahan Sempit, Siasati dengan Gaya Minimalis

Minggu, 26 Juni 2016 20:11 WIB
Lahan Sempit, Siasati dengan Gaya Minimalis
Beritasumut.com/Ist
Rumah berdesain minimalis
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Sebagai salah satu kota metropolitan, wajah Kota Medan makin hari banyak mengalami perubahan.Banyaknya berdiri hutan beton alias bangunan, menyebabkan semakin sempitnya lahan kosong yang ada di Kota Medan. Hal ini semakin diperparah dengan pertumbuhan jumlah penduduk Kota Medan yang cukup pesat.

”Dengan banyaknya pertumbuhan jumlah penduduk, tentunya semakin bertambah pula jumlah hunian. Sehingga, lahan-lahan kosong pun sudah jarang kita jumpai lagi. Semuanya di sulap menjadi perumahan atau ruko,” ungkap Aditya ST, seorang arsitek asal Medan.

Aditya menambahkan, semakin sedikitnya lahan kosong inilah yang menjadi alasan masyarakat sekarang ini lebih memilih membangun rumah dengan bentuk minimalis ketimbang rumah model biasa. Walaupun, masih juga ada desain rumah dengan desain modern, mediterania maupun klasik.

Baca Juga:

“Desain rumah minimalis seperti ini sekarang sudah menjadi tuntutan perkembangan masyarakat urban. Dengan memanfaatkan lahan sempit, desain minimalis nampak terlihat bersih dan tidak berlebihan. Selain itu, gaya minimalis juga dapat menghemat pengeluaran anggaran dari pada membangun rumah dengan desain lainnya,” ujar Aditya.

Tampilan arsitektur rumah dengan ornamen sederhana yang masuk dalam desain minimalis memang memberi perbedaan pada corak arsitektur dengan gaya-gaya perumahan lainnya. Bentuk kotak-kotak dengan garis horizontal adalah ciri khas desain bangunan ini.

Baca Juga:

“Garis-garis lurus horizontal adalah ciri khas yang menjadi identitas desain minimalis. Tapi, gaya minimalis tidak harus berbentuk kotak-kotak, tetapi bisa berbentuk lain. Bahan material yang dipakai pun tidak termasuk bahan berat, seperti kayu, tetapi lebih banyak menggunakan bahan ringan, namun kuat,” paparnya lagi.

Untuk membangun rumah minimalis, menurut Aditya harus ada perencanaan yang cukup matang, dari mulai penyelesaian lantai, dinding, pintu, jendela, lubang angin, skylight, plafon, hingga atap dengan kombinasi pemakaian bahan. Karena, kata Aditya, hal ini akan mempengaruhi jumlah pengeluaran anggaran.

“Secara anggaran, desain gaya minimalis memang lebih murah jika dibandingkan dengan desain lain, seperti klasik dan mediterania. Namun, ini bisa menjadi mahal, jika kita tidak jeli melakukan penyusunan dan perencanaan yang matang saat akan membangun rumah. Pasalnya, gaya minimalis itu memerlukan kejelian, terutama saat akan dilakukan proses finishing,” ungkap Aditya.

Proses finishing dalam membangun rumah minimalis memang memiliki fungsi yang sangat penting, karena di proses ini biasanya akan dibuat ciri khas desain minimalis, seperti pembuatan garis horizontal maupun ornamen lainnya, salah sedikit akan mengurangi kesan bersih yang identik dengan gaya minimalis.

Selain itu, dalam proses ini, pemakaian warna juga hendaknya disesuaikan dengan desain rumah.”Biasanya sih kalau desain mimalis, lebih bagus memakai warna putih kombinasi hitam, atau kecoklatan. Tetapi, ada juga yang mengadopsi desain minimalis modern yang menggunakan warna ngejreng sebagai warnanya, seperti merah, hijau, orange dan warna terang lainnya,” pungkas Aditya.(BS02)

Tags
beritaTerkait
CitraLand Tanjung Morawa Wujudkan Kepedulian Sosial Melalui Program Bedah Rumah
Tuntas, Proyek Kota Deli Megapolitan Kantongi Sertifikat HGB Atas Nama PT Nusa Dua Propertindo
BP Tapera Apresiasi Bank Sumut Gencar Sosialisasi Percepatan Penyaluran Rumah Terjangkau
Bank Sumut Siap Fasilitasi Kredit Program Perumahan di Sumut, Targetkan Proses Hanya Tiga Hari
RSJ Prof Ildrem Siap Bertransformasi Menuju Rumah Sakit Jiwa yang Ramah dan Inklusif
Bupati Langkat Santuni Santri Tarawih Dan Tadarus Di Rumah Dinas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker