Sabtu, 23 Mei 2026

Bangun KEK Sorong, Menko Maritim: Pemerintah Ingin Gap Pembangunan Berkurang

Rabu, 15 Juni 2016 09:31 WIB
Bangun KEK Sorong, Menko Maritim: Pemerintah Ingin Gap Pembangunan Berkurang
beritasumut.com/ist
Menko Maritim menyampaikan keterangan kepada pers usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta (14/06/2016).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Menteri Koordinator Bidang Maritim, Rizal Ramli, menyampaikan bahwa  ada kesenjangan pembangunan di wilayah Indonesia Timur, terutama Papua yang jauh ketinggalan dari wilayah Indonesia di bagian Barat.

Hal itu disampaikan usai Rapat Terbatas membahas Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong di Kantor Presiden, Jakarta Selasa (14/06/2016). Rizal Ramli juga menyampaikan bahwa Pemerintah sudah mengambil sejumlah langkah, utamanya menciptakan tol laut agar ada jalur regular kapal yang berkunjung ke Indonesia Timur, Papua.

Hal ini dilakukan, menurut Menko Maritim, agar harga kebutuhan pokok bisa lebih murah dibandingkan sebelum tol laut ada. “Yang kedua, juga agar supaya gap pembangunan ini pelan-pelan kita bisa kurangi. Nah, tetapi itu tidak memadai. Kita juga harus membangun pusat industri di Papua, terutama di Sorong,” tambah Menko Maritim," ujarnya dilansir setkab.go.id, Rabu (15/06.2016).

Lebih lanjut, Rizal menambahkan bahwa ide ini sudah 8 tahun beredar namun belum terealisasi. Ia juga menambahkan bahwa pada akhir Desember 2014, didorong agar KEK Sorong dijadikan dan tadi diputuskan hal ini akan dilaksanakan.

“Esensinya adalah kita ingin membikin pusat industri pengolahan di Sorong. Untuk itu pemerintah, Pemerintah Daerah akan menyediakan tanahnya sebagai modal dasar. Pemerintah pusat akan membantu membangun infrastruktur dasar, apakah itu jalan, ataukah itu air minum, listrik, dan sebagainya,” tutur Rizal.

Hal ketiga yang akan dilakukan, menurut Menko Maritim, akan memberikan insentif fiskal agar swasta mau masuk dan memanfaatkan pengolahan industri di situ.

Mengenai bentuk produksi yang dilakukan, Rizal mengusulkan yakni  agroindustri, tidak melakukan ekspor kayu log lagi, tapi diproses melalui penggergajian (sawmill), jikalau perlu jadi plywood dan sebagainya.

“Apakah itu industri pertanian yang diolah supaya yang diekspor itu bukan bahan mentah tapi bahan setengah jadi atau bahan jadi. Yang ketiga, sebagai pusat logistik supaya bisa juga menservis kegiatan pertambangan di daerah di sekitarnya. Dan yang keempat adalah industri perikanan dan processing,” tambah Rizal.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Pertamina Sumbagut Gandeng BKKBN Dukung Pembangunan Keluarga dan Kesejahteraan Pekerja
Kunker ke Singkawang, Menko AHY Hadiri Perayaan Cap Go Meh dan Cek Pembangunan Infrastruktur
Resmikan Terminal Ferry International Gold Coast, Menko AHY: Untuk Memperkuat Konektivitas
Apresiasi Pengelolaan Arus Mudik-Balik Lebaran, Menko AHY: Ini Kontribusi dari Semua Pihak
Safari Ramadan di Masjid Salam, Walikota Medan: Belawan Fokus Pembangunan
Gubernur Sumut: Efisiensi Upaya Optimalkan Pembangunan untuk Kepentingan Masyarakat
komentar
beritaTerbaru
hit tracker