Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Usaha mikro kecil dan menengah sangat penting kedudukannya dalam perekonomian daerah. Dengan jumlah lebih kurang 242.890 UMKM di Kota Medan, peran UMKM sangat dominan terutama dalam menyerap angkatan kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, proporsi jumlah pengusaha mikro kecil dan menengah mencapai 99,8 persen dari total usaha di Medan. Hal ini berarti jumlah UMKM mencapai hampir 500 kali lipat dari jumlah usaha besar.
Hal ini dikatakan Wakil Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi pada acara perekrutan dan seleksi UKM dalam Carrefour Capasity Building Programe yang digelar di Pusat Cikal Inkubator USU, Jalan Dr Mansyur, Medan, Sumatera Utara, Selasa (05/03/2013). Acara ini dihadiri Ketua LP3M Edison Purba, Ketua Yayasan Sahabat Cipta Aldi S, Pimpinan PT Carrefour Hendri Ardinto, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara Drs Masri.
Dikatakannya, namun tercatat, kontribusi UMKM terhadap total Pendapatan Domestik Regional Bruto Kota Medan diperkirakan baru mencapai 39,8 persen, sedangkan usaha besar mencapai 60,2 persen. Hal tersebut menunjukkan kuatnya sektor usaha besar, dan masih terbatasnya sektor UMKM. Keterbatasan UMKM disebabkan masih kurang optimalnya sistem produksi, manajeman dan akses pasar yang lebih luas.
“Mengingat potensi besar sekaligus keterbatasan yang masih ada pada UMKM ini, maka peningkatan kedudukan, fungsi dan peranan UMKM dalam perekonomian kota merupakan agenda prioritas pembangunan untuk mewujudkan visi Kota Medan,” ujar Eldin.
Untuk itu perlu mengembangkan sinergitas yang semakin kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha dan masyarakat luas dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian sektor UMKM, dan diyakini melalui seleksi ini dapat menghasilkan UKM yang kreatif dan inovatif melalui binaan Cikal USU. Untuk itu mari satukan tekad membangun partisispasi pelaku UMKM dalam pembangunan kota.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian lembaga pendidikan untuk memperkuat kedudukan dan peranan usaha mikro kecil dan menengah dalam perekonomian daerah, dan seleksi ini dinilai sangat strategis bagi para pelaku UMKM, utamanya sebagai sarana meningkatkan kapasitas dan kualitas dalam berinovasi, bersaing di era globalisasi ekonomi.
Rektor USU Prof DR Syahril Pasaribu mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud peran USU sebagai lembaga pendidikan untuk peduli dan berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutam para UKM, peran USU melalui Pusat Cikal Inkubator mulai terasa di masyarakat. Semoga ke depan peran ini terus meningkat dan terus berkembang lebih luas lagi dalam rangka memberikan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan UMKM khsususnya.
Sebelumnya, Direktur Pusat Cikal Inkubator USU Prof Dr Rita Dalimunte melaporkan, kegiatan ini adalah untuk merekrut dan menseleksi guna mencari sebanyak 100 UKM terbaik dimana UKM tersebut harus sudah melakukan usahanya sedikitnya selama satu tahun, memiliki jiwa interpreneurship untuk mendapat kesempatan berperan serta dengan pihak Carrefour. Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatangan kesepakatan antara Cikal USU dengan Yayasan Sahabat Cipta.
“Kita berharap sinergitas seperti ini terus berlanjut dan ditingkatkan, juga kita minta dukungan pemerintah untuk melibatkan UKM pada kegiatannya seperti kegiatan pameran dan kegiatan lainnya,” harap Rita. (BS-024)
Tags
beritaTerkait
komentar