Minggu, 24 Mei 2026

Pertamina EP Pangkalan Susu Dorong Konservasi Mangrove Lewat Pelatihan Silvofishery

Rabu, 05 November 2025 18:24 WIB
Pertamina EP Pangkalan Susu Dorong Konservasi Mangrove Lewat Pelatihan Silvofishery
Ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Silvofishery merupakan sistem budidaya yang menggabungkan fungsi konservasi hutan mangrove dengan kegiatan perikanan tambak. Dalam sistem ini, sebagian lahan digunakan untuk menanam mangrove dan sebagian lainnya dimanfaatkan untuk budidaya ikan atau udang.

Pendekatan ini terbukti mampu menjaga keseimbangan lingkungan pesisir, mencegah abrasi, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.

Baca Juga:

Iwan menambahkan, dalam menjalankan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) bertajuk Ekowisata Mangrove Pasar Rawa, Pertamina EP Pangkalan Susu berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan bagi kelompok penerima manfaat. Saat ini, program silvofishery tengah dikembangkan di lahan seluas satu hektar sebagai percontohan.

Baca Juga:

"Pengembangan silvofishery ini tidak hanya berfokus pada pelestarian mangrove dan perikanan, tetapi juga sebagai pusat edukasi bagi pengunjung. Area ini terintegrasi dengan pondok wisata mangrove dan guest house yang dikelola masyarakat," tambahnya.

Pertamina EP Pangkalan Susu Field menggelar pelatihan Silvofishery untuk Kelompok Tani Hutan (KTH) Penghijauan Maju Bersama di Dusun X Paluh Baru, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat. (foto:istimewa)

Tags
beritaTerkait
Legimin Raharjo dan Iksan Chan Motivasi Pemain Muda Akademi Sekolah Sepak Bola
Judi Tembak Ikan Terus Beroperasi, Warga Sibiru-biru Minta Tindakan Tegas Kepolisian
PN Medan Periksa Bukti Tambahan Gugatan Buruh PT Tor Ganda
Sambut Waisak, Umat Buddha Tebar Eco Enzyme di Sungai dan Danau di Sumatera Utara
Bamsoet Masuk Komisaris Independen LPKR, Lippo Karawaci Umumkan Susunan Direksi Baru
Tor Ganda Mangkir, Sidang Perdana Gugatan Pembatalan Perdamaian 34 Eks Pekerja Ditunda
komentar
beritaTerbaru
hit tracker