Rabu, 15 Juli 2026

Sisihkan 468 Aplikasi dari Seluruh Dunia, Aplikasi Pasienia dari Indonesia Juara Kompetisi Google

Minggu, 23 April 2017 11:15 WIB
Sisihkan 468 Aplikasi dari Seluruh Dunia, Aplikasi Pasienia dari Indonesia Juara Kompetisi Google
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Start up besutan alumni UGM 'Pasienia' dinobatkan sebagai pemenang dalam kompetisi Google Business Group (GBG) Stories. Aplikasi ini berhasil menjadi juara dunia dengan menyisihkan 468 aplikasi lain dari berbagai negara di dunia.“Dengan kemenangan ini kami diberikan kesempatan untuk bergabung dalam Google I/O Conference di Mountain View, California pada pertengahan Mei 2017,” ungkap CEO Pasienia, Fadli Wilihandarwo dilansir dari laman resmi dikti.go.id, Minggu (23/04/2017).
 
Kompetisi GBG Stories merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Google untuk menginspirasi para wirausaha untuk mengarahkan bisnisnya ke ranah online. Pada tahun ini kompetisi diikuti 469 peserta dari berbagai negara di dunia seperti Brazil, Mesir, Meksiko, Maroko, Nigeria, Pakistan, Peru, Indonesia dan lainnya.
 
Fadli menyebutkan seleksi dalam kompetisi google dimulai pada akhir tahun 2016 lalu dan berlangsung cukup ketat. Dari 496 peserta yang mendaftar selanjutnya disaring menjadi 9 aplikasi terbaik. Kemudian dari jumlah tersebut diseleksi kembali 3 besar terbaik. 
 
Hasilnya, Pasienia berhasil menempati urutan pertama. Sementara posisi kedua dan ketiga  secara berturut yaitu start up Reblood dari Indonesia dan strat up Croquetero dari Meksiko. Para pemenang diberikan kesempatan berkunjung ke kantor Pusat Google untuk bertemu dengan inovator dan pemimpin bisnis digital.
 
“Pengumuman pemenang baru 6 April kemarin dan alhamdulilah terpilih menjadi juara pertama dalam ajang kompetisi bergengsi ini. Semoga semakin banyak masyarakat yang terbantu dengan aplikasi Pasienia ini,” papar alumnus Fakultas Kedokteran UGM ini.
 
Pasienia merupakan sebuah aplikasi berbasis android yang menghubungkan antar pasien yang tengah dalam masa pengobatan. Melalui aplikasi ini para pasien dapat berbagi infromasi  terkait penyakit yang diderita berdasar pengalaman dan pengetahuan dari dokter. 
 
Aplikasi ini dikembangkan Fadli bersama dengan tiga rekannya saat masih kuliah di UGM yaitu Dimas Ragil Mumpuni, Haydar Ali Ismail, dan Nur Hildayanti Utami pada 2015 silam dari ajang Innovative Academy 2 UGM.
 
“Lewat timeline pasien, para pasien dengan penyakit yang sama bisa saling curhat dan memotivasi satu sama lain. Sementara melalui timline dokter, pasien juga dapat berkonsultasi dengan dokter secara online,” jelasnya.
 
Aplikasi ini telah dirilis di play store dengan lebih dari 7 ribu pengguna dan mendapatkan rating pengguna 4,2.  Hingga kini terdapat sekitar 3.500 interaksi antar pengguna yang saling berkomunikasi lewat aplikasi ini.(BS02)
 

Tags
beritaTerkait
Buka Sosialisasi, Walikota Dukung Hadirnya Aplikasi BKMQU yang Digagas MUI Kota Medan
PPKGBK Minta Pemilik Jagat Take Down Koin Virtual dari Seluruh Area GBK
Begini Cara Lapor Kasus KDRT Lewat Aplikasi SatuSehat
Bus Listrik Medan Bisa di Pantau Lewat Aplikasi
Walikota Pematangsiantar Serahkan Fasilitas Aplikasi PKK dan Bahan Perlengkapan Lomba PKK ke Kelurahan Martoba
Pj Gubernur Sumut Luncurkan Aplikasi ‘Literasi Permata’ Guna Permudah Masyarakat Pinjam Buku dari Perpustakaan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker