Senin, 20 April 2026

Kampus ITB Siap Pasarkan Smartphone Buatan Indonesia

Minggu, 15 Januari 2017 10:30 WIB
Kampus ITB Siap Pasarkan Smartphone Buatan Indonesia
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Memakai Smartphone
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com–Siapa yang tidak kenal dengan teknologi ponsel pintar alias smartphone? Hampir setiap orang menggunakan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kini, masyarakat Indonesia boleh berbangga hati. Kerjasama antara akademisi, industri, pelaku pasar dan pemerintah dalam menegakkan kedaulatan digital bangsa mulai membuahkan hasil.
 
Para peneliti Indonesia telah mampu menciptakan Smartphone yang sebentar lagi akan diproduksi perdana secara massal. Produk ini dikembangkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Melalui skema pendanaan inovasi perguruan tinggi di industri, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada tahun 2016 memberikan pendanaan kepada Institut Teknologi Bandung untuk mengembangkan dan menghilirisasikan produk smartphone 4G.
 
Menteri Riset, Teknologi, (Menristek) dan Pendidikan Tinggi (Dikti), Mohamad Nasir, mengatakan riset-riset yang dihasilkan anak bangsa jangan sampai hanya berhenti di perpustakaan, tetapi harus dikomersialisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
 
“Saya merasa bangga betul. Semoga produk ini bisa mengambil pasar, network harus kita bangun. Mudah-mudahan produk ini bisa kompetitif, punya nilai tambah, dan menjadi kebanggaan," kata Menristekdikti RI, dilansir dari dikti.go.id, Sabtu (14/01/2017).
 
Menristekdikti menyebutkan, angka pengguna smartphone di Indonesia kini mencapai sekitar 25% dari total penduduk atau sekitar 65 juta orang. "Jumlah tersebut merupakan market potensial dari produk ini," tegas Menristekdikti.
 
Sementara itu, Ketua Umum Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM/Digital Coop) Henry Kasyfi mengatakan, ponsel pintar ini telah mendapatkan sertifikasi TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sebesar 20,2%. Akhir 2016 lalu telah diadopsi dan dilanjutkan produksi massalnya oleh KDIM/Digital Coop dengan bekerjasama antara ITB, PT Jalawave Integra, PT VS Technology Indonesia, dan PT TSM.
 
“Korporasi lain bisa melakukan investasi tapi tidak memiliki hak suara. Jadi benar-benar berbasis kerakyatan dimana anggotanya adalah WNI. Hanya dengan menabung di koperasi para anggota akan mendapatkan ponsel pintar buatan anak bangsa. Dan setiap dua tahun sekali ponsel tersebut akan diganti dengan tipe terbaru,” jelas Ketua Umum KDIM, Henry Kasyfi.
 
Pihaknya menegaskan business model tersebut diharapkan menjadi model nasional yang dapat menegakkan teknologi digital yang mandiri. "Pemerintah telah menetapkan bahwa seluruh vendor smartphone 4G LTE harus memenuhi kewajiban 30% TKDN mulai 1 Januari 2017 sebagai syarat berjualan di Indonesia. Kebijakan tersebut harus dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya industri smartphone di Indonesia khususnya terkait dengan pengembangan hardware dan software. Melalui design center yang dikembangkan di ITB, diharapkan banyak industri smartphone yang saat ini kegiatan R&D nya ada diluar negeri, dapat dipindahkan ke dalam negeri, terutama untuk dapat memenuhi kewajiban 30% TKDN tersebut," papar Henry.
 
Karenanya, Kemenristekdikti akan terus mendukung riset dan pengembangan smartphone serta pembangunan Design Center di ITB atau diperguruan tinggi atau lembaga litbang lainnya untuk meningkatkan TKDN. (BS02)

Tags
beritaTerkait
Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan
HONOR X7d dan HONOR X6c Diluncurkan, Smartphone Miliki Daya Tahan Baterai Besar dan Pengalaman AI
Tiga Keunggulan Galaxy A07 5G, Smartphone Samsung 5G Terbaru dan Nyaman
Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025
Bahas Ketahanan Energi Bersama Mahasiswa Universitas Pertamina, Ini Pesan Komisaris Utama PT Pertamina
Serahkan Piala Juara Liga 4, Gubernur Harapkan Sepakbola Sumut Makin Berkembang
komentar
beritaTerbaru
hit tracker