Sabtu, 06 Juni 2026

Stop Politik yang Menakuti, Presiden Jokowi Ajak Kembangkan Politik Kegembiraan

Jumat, 09 November 2018 21:45 WIB
Stop Politik yang Menakuti, Presiden Jokowi Ajak Kembangkan Politik Kegembiraan
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para politisi mengakhir cara-cara politik genderuwo, yaitu cara-cara berpolitik dengan propaganda, menakut-nakuti, menimbulkan kekhawatiran. Selanjutnya yang kedua, ketidakpastian, kemudian yang terakhir, menjadi keragu-raguan masyarakat.
 
“Ini cara-cara politik seperti ini jangan diterus-teruskan lah, sudah. Setop! Setop!” seru Presiden Jokowi saat ditanya wartawan usai meresmikan Jalan Tol Pejagan–Pemalang seksi 3 dan 4 Brebes Timur–Sewaka dan Jalan Tol Pemalang–Batang segmen Sewaka–Simpang Susun Pemalang, di Gerbang Tol Tegal Timur, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (09/11/2018).
 
Presiden berharap politik yang dikembangkan adalah politik yang penuh dengan kegembiraan, sehingga demokrasi kita juga betul-betul pesta demokrasi.“Yang namanya pesta itu misalnya dengan penuh kegembiraan, penuh dengan kesenangan, masyarakat dengan kematangan politiknya memberikan suara/memilih dengan jernih dan rasional. Kita harus mengarahkan kematangan dan kedewasaan berpolitik dengan cara-cara seperti itu,” tutur Presiden dilansir dari laman setkab.
 
Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk hijrah dari ujaran kebencian kepada ujaran kebenaran, hijrah dari pesimisme kepada optimisme, hijrah dari kegaduhan ke kerukunan dan persatuan.
 
Sebelumnya, pada acara penyerahan 3.000 sertifikat tanah untuk warga Tegal dan sekitarnya, di GOR Tri Sanja, Tegal, Jawa Tengah, Presiden Jokowi menyinggung perilaku para politisi yang pandai mempengaruhi, yang tidak pakai etika politik yang baik, tidak pakai sopan santun politik yang baik.“Mereka melakukan politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, membuat kekhawatiran, propaganda ketakutan,” kata Presiden Jokowi.
 
Setelah masyarakat takut, menurut Presiden, para politikus itu membuat sebuah ketidakpastian sehingga masyarakat mempertanyakan kebenarannya. Dan yang ketiga, masyarakat menjadi ragu-ragu.“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika, membuat ketakutan. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti, politik genderuwo,” ungkap Kepala Negara. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Abaikan 'Noise', Kadin Sumut Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimis Hadapi Tantangan Ekonomi
Hadiri Bukber Fraksi PD, AHY: Suarakan Aspirasi Rakyat, Sukseskan Pemerintahan Prabowo
Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa
Presiden Prabowo Tinjau Warga Terdampak Banjir di Bekasi
KPK: Mobil dari Erdogan untuk Prabowo Pemberian Kenegaraan, Tak Perlu Lapor
Reshuffle Kabinet Prabowo, Satryo Jadi Menteri Pertama yang Dicopot
komentar
beritaTerbaru
hit tracker