Senin, 27 Juli 2026

Presiden Jokowi Sebut Ada Infiltrasi Ideologi Yang Ingin Gantikan Pancasila

Selasa, 26 September 2017 16:00 WIB
Presiden Jokowi Sebut Ada Infiltrasi Ideologi Yang Ingin Gantikan Pancasila
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa sekarang ini telah terjadi infiltrasi ideologi yang ingin menggantikan Pancasila dan memecah belah Indonesia. Infiltrasi ini muncul dengan cara-cara baru, halus, lembut, dengan pendekatan yang akrab, dan sering menyentuh hati.
 
“Sehingga banyak dari kita yang terbuai dan tidak menyadari bahwa kita sudah memiliki Pancasila,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Deklarasi Kebangsaan Perguruan Tinggi se-Indonesia Melawan Radikalisme, di Peninsula Island, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Selasa (26/09/2017).
 
Untuk itu, Presiden mengaku bangga dengan telah dideklarasikannya oleh pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia untuk terus berpegang pada Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
“Jangan sampai kampus-kampus menjadi lahan penyebaran anti NKRI, anti Bhinneka Tunggal Ika. Oleh sebab itu, kita harus basmi radikalisme agar persatuan dan persaudaraan makin kuat,” tegas Kepala Negara, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Kepada seluruh rektor maupun direktur perguruan tinggi, Presiden meminta untuk melakukan pembinaan kembali. Ia mengimbau agar ideologi Pancasila perlu dimasukkan pada sistem pendidikan, baik pada kurikulum, ekstra kurikuler, tempat kerohanian atau ibadah. “Harus diajarkan toleransi, persaudaraan, jangan sampai menjadi ladang intoleransi. Tanamkan sejak penerimaan mahasiswa baru bahwa keberagaman adalah sumber kekuatan kita,” imbuh Presiden.
 
Sebelumnya pada awal sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan karena Indonesia negara besar yang memiliki 714 suku, beragam bahasa, dan 17.000 pulau dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 258 juta jiwa.
 
Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 3.000 peserta dari perguruan tinggi seluruh Indonesia itu, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa perguruan tinggi adalah pusat pengembangan teknologi, pengetahuan, dan seni yang bertujuan untuk menemukan dan menegakkan kebenaran, juga memberikan manfaat yang sebesarnya-besarnya bagi negara dan kemanusiaan.
 
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi turut didampingi oleh Seskab Pramono Anung, Menristek dan Dikti Mohammad Nasir, dan Gubernur Provinsi Bali I Made Mangku Pastika.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Guntur Sahputra Kembali Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Secara Aklamasi
Walikota Medan Harapkan Pemko dan PP Tetap Solid Bangun Medan
Presiden Amerika Serikat Akan Singkirkan Ideologi Transgender dari Militer
Pj Gubernur Sumut Harapkan PP Terus Bersinergi dengan Pemerintah
Walikota Medan Hadiri Pembukaan Musyawarah Pimpinan Pemuda Pancasila
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Perencanaan Pembangunan Berdasarkan Nilai Pancasila
komentar
beritaTerbaru
hit tracker