Kamis, 14 Mei 2026

Kinerja Makin Mengecawak, Pemuda Muhammadiyah Minta Dirut PDAM Tirtanadi Diganti

Selasa, 22 Agustus 2017 23:10 WIB
Kinerja Makin Mengecawak, Pemuda Muhammadiyah Minta Dirut PDAM Tirtanadi Diganti
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pasca naiknya tarif air sejak Mei 2017 lalu, pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi bukan malah membaik, tapi justru semakin mengecewakan. Sementara alasan Direksi PDAM Tirtanadi menaikkan tarif air adalah untuk meningkatkan pelayanan air ke pelanggan, air tidak keruh, tidak bau, tidak macet dan tidak netes. 
 
Namun faktanya, 4 bulan sejak kenaikan tarif air itu, justru air mati dan keruh sepekan terakhir di beberapa wilayah di Kota Medan. Hal ini disampaikan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Sumut, Basir Hasibuan dalam keterangannya yang diterima wartawan, Selasa (22/08/2017).
 
"Di berbagai kesempatan, petinggi PDAM Tirtanadi kerap berjanji kepada masyarakat, khususnya Pemuda Muhammadiyah, kenaikan tarif akan berbanding lurus dengan perbaikan pelayanan. Tapi, kondisi yang terjadi jangankan untuk jaminan kualitas untuk air minum, bahkan digunakan untuk mandi saja tidak layak," tegasnya.
 
Lebih lanjut dikatakannya, jumlah keluhan dari pelanggan atau masyarakat pasca kenaikan tarif air semakin bertambah, sehingga menyebabkan banyak pihak merasa geram.Kebutuhan atas air bersih, sebutnya, merupakan kebutuhan dasar warga negara yang harus dijamin oleh negara, dalam hal ini didelegasikan kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Tengku Erry Nuradi. 
 
"Tentu Gubsu harus hadir menjamin ketersediaan air bersih melalui PDAM Tirtanadi yang harus mendahulukan fungsi sosialnya daripada kepentingan pribadi direksi dan dewan pengawas. Penyertaan modal yang diberikan Pemprovsu mendorong PDAM Tirtanadi untuk melayani pelanggan secara maksimal bukan malah digunakan menambah pundi-pundi penghasilan pegawai PDAM Tirtanadi," tegasnya.
 
Direksi PDAM Tirtanadi, sambungnya lagi, sejak dilantik dianggap tidak memiliki kinerja ke arah yang lebih baik, bahkan evalusi yang dilakukan lebih buruk dibandingkan direksi sebelumnya. Setali tiga uang, Dewan Pengawas pun dianggap mandul dalam melakukan pengawasan dan terkesan hanya makan gaji buta. 
 
"Idealnya momentum ini harus digunakan Gubsu melakukan perombakan dengan mengganti Direksi PDAM Tirtanadi sebelum kondisi BUMD ini semakin terpuruk. Tidak ada alasan Gubsu mempertahankan Direksi PDAM Tirtanadi sekarang ini, karena PDAM Tirtanadi tidak butuh direksi yang arogan dan mencari kambing hitam, sedangkan kinerjanya 'nol besar' yang tidak punya daya inovasi," jelasnya.
 
Gubsu, imbuhnya, tidak boleh membiarkan pelayanan PDAM Tirtanadi semakin buruk, karena nanti pelanggan atau masyarakat menganggap kegagalan Direksi PDAM Tirtanadi adalah kegagalan Gubsu.(BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Sarana Air Bersih dan 1.577 Tabung Bright Gas Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya
Astindo Travel Fair 2025 Digelar di Medan, Wadah Strategis Bagi Pelaku Usaha Pariwisata
Sistem Sanitasi Barengkok, Mahasiswa UPER Sediakan Air Bersih bagi 150 Rumah Tangga
Penggabungan Segmen Consumer dan Gaming, ASUS Luncurkan Konsep Exclusive Store Terbaru di Medan
Warga Medan Barat Antusias Ikuti Safari Ramadan Pemko Medan
Peringati Malam Nuzulul Qur'an, Walikota Medan Ajak Masyarakat Pedomani Nilai Al-Qur'an Di dalam Kehidupan Sehari-hari
komentar
beritaTerbaru
hit tracker