Minggu, 28 Juni 2026

Menag Ajak Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Jaga Kemajemukan Indonesia

Kamis, 23 Februari 2017 20:30 WIB
Menag Ajak Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Jaga Kemajemukan Indonesia
BERITASUMUT.COM/IST
Kemenag
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengajak Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia untuk berkontribusi nyata dalam menjaga kemajemukan Indonesia. PTKIN harus tampil terdepan dalam menjaga Indonesia, karena perguruan tinggi diyakini sangat memahami dan mampu memberi kontribusi atas terjaganya NKRI.
 
Menurut Menag, ketika ada sebagian dari kita menjadikan paham keagamaan sebagai faktor pemecah belah antarkita, PTKIN harus merespon dengan baik, dengan menggaungkan Islam Moderat. Karena faham moderat terbukti selama ratusan tahun, mampu menjaga dan memelihara perbedaan antarkita. Mayoritas masyarakat kita, baik aqidah, syariah, teologi, fiqih maupun tasawufnya, beraliran moderat.
 
"Dan karena kita moderat, kita sekarang ini bisa merasakan kehidupan keagamaan seperti sekarang ini," kata Menag saat memberikan sambutan sekaligus Kuliah Umum pada Peresmian Gedung Kuliah di Kampus 2 IAIN Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat yang pembangunnya bersumber Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun 2016, dilansir dari kemenag.go.id, Kamis (23/02/2017).
 
Pada kuliah Umum Menag yang mengangkat tema: Peran PTKIN dalam Merawat Kebhinekaan dan Memperkokoh Toleransi tersebut, Menag berharap Indonesia tidak seperti Iraq dan Syiria, dua pusat peradaban dunia yang kini luluh lantak karena perang. Menurutnya, para pendahulu kita sangat arif dan dewasa dalam mengelola kemajemukan. "Moderasi harus dikedepankan. Dan, PTKIN harus ikut bertanggungjawab untuk meneruskan perjuangan ini. Karena PTKIN mampu," kata Menag.
 
Menag menegaskan, saat ini ada 56 PTKIN yang terus berkembang dengan baik. Dan, agar perkembangan PTKIN bisa lebih cepat, Kementerian Agama melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti IDB, SBSN dan lain sebagainya. "Ke depan, kontribusi PTKIN dalam menjaga kebhinnekaan dan meneguhkan toleransi, sangat dibutuhkan," ucapnya.
 
Menag melihat, kemajemukan adalah sunnatullah. Allah SWT menciptakan kemajemukan, agar manusia yang mempunyai sifat terbatas, bisa saling bekerja sama, melengkapi dan menyempurnakan. Dijelaskannya, banyak ayat yang menegaskan tentang keanekaragaman, dan Negara kita, sangat beragam, baik agama, suku, ras, bahasa, budaya, kekayaan alam, flora, fauna dan lain sebagainya.
 
"Para pendahulu mampu menjadikan perbedaan antarkita sebagai kekuatan untuk bersatu. Pendahulu mampu mencari faktor perangkai, agar kita mampu bersatu. Selain kebangsaan, Agama adalah salah satu faktor tersebut. Karena kita masyarakat yang sangat religius," tutur Menag.
 
Hadir dalam kesempatan tersebut keluarga besar IAIN Bukittinggi, Gubernur Sumbar, Wakil Walikota Bukit Tinggi, Pemda Agam, Rektor UIN Padang, Rektor IAIN Batusangkar, para ulama, tokoh masyarakat dan lain sebagainya. Ikut mendampingi Menag, Kabiro Humas, Data dan Informasi, Mastuki dan Direktur Diktis, Nizar. Hadir pula Kakanwil Kemenag Sumbar dan Kakankemenag kabupaten/kota se Sumbar. (BS02)

Tags
beritaTerkait
Warga Desak Tindakan Tegas untuk Krypton KTV, Aparat Hukum Siapkan Pengawasan Ketat
Diskotik Krypton Jalan Gajah Mada Jadi Sarang Ekstasi, Warga Tuntut Penutupan Permanen
PN Medan Periksa Bukti Tambahan Gugatan Buruh PT Tor Ganda
Tor Ganda Mangkir, Sidang Perdana Gugatan Pembatalan Perdamaian 34 Eks Pekerja Ditunda
PT Dua Rimba Medtech Indonesia Resmikan Fasilitas di Cikarang, Dorong Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional
Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 Pertamina Sumbagut Pastikan Pasokan Energi Terjaga dan Layanan Optimal
komentar
beritaTerbaru
hit tracker