Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Mewujudkan Kota Medan bebas banjir dianggap Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution seperti sesuatu yang mustahil alias utopia. Pasalnya, banyak faktor yang membuat Pemko Medan tak bisa menjamin Medan akan bebas banjir 100 persen.
Akhyar menjelaskan, berbicara Medan bebas banjir tidak hanya diukur satu parameter.Mantan anggota DPRD Kota Medan itu menyebut banjir multiparametrik. Sebab, katanya, penyebab banjir bukan hanha disebabkan oleh hujan saja, ada juga infrastruktur, perilaku, dan koordinasi. "Jadi tidak berdiri sendiri. Infrastruktur sudah disiapkan, tapi tiba-tiba trotoar ditutup. Bebas banjir 100 persen itu utopia. Tidak ada negara di dunia yang menjamin bebas banjir. Nanti terlalu sombong kita," ungkap Akhyar, Jumat (18/11/2016).
Meski demikian, lanjutnya, Pemko Medan meminalisir tidak ada genangan-genangan air di jalan. Namun kalau riil bebas banjir, menurut Akyar imposible."Karena ada faktor itu tadi, alam. Tapi bebas banjir ya boleh lah kita bercita-cita," harapnya.
Berdasarkan rancangan APBD 2017 Kota Medan lebih kurang Rp5,5 triliun. Proporsi untuk belanja tidak langsung (BTL) 40% dan belanja langsung (BL) 60%. Untuk BTL itu, katanya, untuk belanja pegawai dan BL untuk program kerja."Dari belanja langsung untuk infrastruktur dan tata ruang Rp1,7 triliun. Infrastruktur kan nggak hanya di Bina Marga saja. Ada juga Pertamanan dan Kebersihan," sebutnya.
Dari sisi teknis, kata Akhyar, struktur tanah Kota Medan sedikit flat. Ia menjelaskan topografi di Medan, drainase itu mengikuti persil tanah. Sehingga saat ini upaya yang dilakukan adalah dengan mengjntegrasikan drainase tersier ke sekunder. Kemudian, terangnya, dari tersier ke laju sedimentasi. "Ini yang akan kita perbaiki. Paradigma pembangunan, tidak lagi membangun tapi diubah membangun dan merawat. Kemudian memperbaiki lubang inlet yang tergenang air," katanya.
Untuk menyiasati ini, lanjutnya, diperlukan normalisasi sungai, sedimentasi. Karena, kata Akhyar, sekian persen saluran drainase bermuara ke sungai dan dari sungai ke laut. "Kami terus membangun koordinasi ke propinsi, dirjen sumber daya air. Perilaku masyarakat kita perbaiki," ucapnya.
Sementara Kepala Dinas Bina Marga Medan, Khairul Syahnan menyebutkan pada saat ini panjang jalan kota diperkirakan mencapai 3.279,5 km. Berdasar catatan Bina Marga jalan kita dalam kondisi baik 3.006,33 km (93,5%), sedang 16,39 km (0,60 %), rusak ringan 98,38 km (3%), dan rusak berat 104,94 km (3,02%).
Ia mengatakan sebagai bagian sistem pendukung, maka sistem drainase kota juga belum sepenuhnya berfungsi optimal, sehingga sampai saat ini diperkirakan masih ada 40 titik genangan banjir jika terjadi hujan yang lebat/banjir kiriman.
Dalam APBD 2016, lanjutnya, dengan total anggaran sebesar Rp1,009 triliun, telah ditetapkan kerja pekerjaan umum peningkatan jalan kota seluas 837,14 meter persegi di 30 titik ruas jalan, peningkatan pembangunan jalan kota seluas 23.034 meter persegi di 4 titik ruas jalan, pembangunan trotoar dan pelebaran/pengaspalan jalan seluas 12.825 meter di 2 titik ruas jalan, pembangunan drainase kota sepanjang 193.390 meter di 167 titik lokasi, rehabilitasi/pemelihan jalan-pengaspalan jalan di 187 ruas jalan dengan luas 612.141 meter persegi.
"Tahun 2016 diharapkan kondisi jalan baik status kota dapat meningkat menjadi 98,74 persen. Jumlah titik genangan air/banjir bisa diturunkan menjadi 30 titik atau 20 persen," pungkasnya. (BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar