Sabtu, 19 September 2026

Polrestabes Medan Gulung Sindikat Curanmor Libatkan Pecatan TNI, Dua Pelaku Ditembak

Sabtu, 19 September 2026 08:13 WIB
Polrestabes Medan Gulung Sindikat Curanmor Libatkan Pecatan TNI, Dua Pelaku Ditembak
BERITASUMUT.COM/IST
Tersangka dugaan sindikat curanmor digiring petugas.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com- Jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) diduga beraksi di sejumlah wilayah Kota Medan hingga Tebing Tinggi dibongkar Polrestabes Medan.

Lima orang diamankan, salah satunya merupakan pecatan TNI, Gandi (39), disebut pangkat terakhir Sertu. Selain mengungkap dugaan keterlibatan mantan anggota TNI, polisi juga terpaksa menembak dua terduga pelaku karena melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri saat pengembangan kasus.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Rizky Lubis menjelaskan, lima yang diamankan yakni inisial MTF (33), J (38), AS (48), Gandi, serta AH (35). AH diduga berperan sebagai penadah kendaraan hasil curian.

Baca Juga:

"Pengungkapan ini berawal dari kasus pencurian sepeda motor di Jalan PWS, Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, pada 15 September 2026 sekitar pukul 06.48 WIB," jelas Adrian, Sabtu (18/9/2026).

Kasus tersebut terungkap setelah polisi mempelajari rekaman CCTV yang memperlihatkan dua pelaku diduga mengambil satu unit Honda Vario 125 merah milik korban. Sepeda motor tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp20 juta.

Baca Juga:

Dari laporan itu, personel Tim Khusus JCS bersama Opsnal Resmob Satreskrim Polrestabes Medan melakukan penyelidikan.

Beberapa jam kemudian, petugas kembali mengamankan MTF, J, AS dan Gandi di kawasan Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang. Pengembangan kemudian berlanjut hingga polisi menangkap AH yang diduga menjadi penadah.

Pecatan TNI terlibat

Keterlibatan Gandi menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik dalam kasus tersebut. Adrian menyebut, Gandi merupakan mantan anggota TNI dengan pangkat terakhir Sertu. Dia sebelumnya bertugas di Denmadam Kodam Iskandar Muda.

Gandi kemudian diberhentikan dari dinas militer karena kasus disersi selama satu bulan. Dalam pemeriksaan awal, Gandi disebut mengakui terlibat dalam sejumlah aksi pencurian sepeda motor bersama Jerry.

Dari keterangan para terduga pelaku, penyidik kemudian menemukan dugaan adanya aksi curanmor di berbagai lokasi, bukan hanya di Medan, tetapi juga hingga wilayah Tebing Tinggi.

"Dari hasil pemeriksaan, para terduga pelaku mengakui telah melakukan pencurian kendaraan bermotor di sejumlah lokasi," ujar Adrian.

Polisi menyebut jaringan ini diduga berkaitan dengan 15 TKP. Sebanyak 10 lokasi berada di wilayah hukum Polrestabes Medan, sementara lima lainnya di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi.

Di Medan, sejumlah lokasi dalam pemeriksaan antara lain kawasan kompleks Fakultas USU, Jalan Sei Serayu, Puskesmas Gaperta, Klambir V Gaperta hingga kawasan Helvetia menuju Belawan.

Sementara di Tebing Tinggi, dugaan aksi curanmor antara lain terjadi di sekitar Kampung Rambutan, kawasan perkantoran Dinas Sosial, Simpang Medan, Gedung Serba Guna hingga wilayah Galang.

Dalam menjalankan aksinya, masing-masing orang diduga memiliki peran berbeda. MTF sebagai pemetik atau eksekutor pencurian.

Sementara Jerry diduga bertindak sebagai joki atau pengawas. Kendaraan yang berhasil dicuri kemudian dijual melalui jaringan penadah.

Pengungkapan sindikat tersebut berlangsung, Selasa (15/9/2026). Setelah menangkap sejumlah terduga pelaku, polisi melanjutkan penyelidikan untuk membongkar jaringan serta menelusuri kendaraan hasil curian.

Namun, dalam proses pengembangan, inisial MTF dan J melakukan perlawanan serta berusaha melarikan diri. Polisi kemudian melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak bagian kaki kedua terduga pelaku.

"Kedua pelaku selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapatkan perawatan medis," kata Adrian.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya beberapa unit sepeda motor, kunci T, kunci L, telepon seluler, STNK, kunci sepeda motor, pakaian serta sejumlah barang lainnya.

Polrestabes Medan masih melakukan penyidikan untuk mendalami dugaan keterlibatan kelima orang tersebut dalam 15 TKP curanmor sekaligus menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain dalam jaringan tersebut.

Tags
beritaTerkait
Hadapi Persiku, PSMS Target Tiga Poin di Stadion Utama Sumut
Polisi Tangkap Dua Residivis Curanmor saat Beraksi di Jalan Air Bersih Medan
Pengedar Narkoba di Patumbak Diciduk Polisi
Pengidap MRKH Syndrome Kartika Ong Rilis Lagu Pertama
760 Atlet Ikuti Kejuaraan Sepak Bola Pelajar Antarkecamatan Piala Wali Kota Medan I
Kadin Sumut dan KPK RI Gelar Rakor Pencegahan Korupsi dalam Pelayanan AMDAL
komentar
beritaTerbaru
hit tracker