Selasa, 21 Juli 2026

Komunitas Peduli Seniman Sumut Kutuk Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Jurnalis Tempo

Senin, 24 Maret 2025 09:00 WIB
Komunitas Peduli Seniman Sumut Kutuk Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Jurnalis Tempo
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

  • beritasumut.com - Sejumlah penulis, sastrawan dan seniman yang tergabung dalam Komunitas Peduli

    Seniman Sumut (Kopisusu), mengecam keras teror kepala babi dan bangkai tikus ke kantor media Tempo yang dilakukan oleh orang tak dikenal beberapa hari lalu.

    S Satya Dharma, sekretaris Komunitas Peduli Seniman Sumut menyebut pengiriman

    Baca Juga:

    kepala babi dan bangkai tikus itu bukan saja merupakan tindakan intimidasi terhadap kerja jurnalistik, tapi juga ancaman bagi kebebasan pers.

    Yang lebih menyedihkan, adalah reaksi jurubicara Istana Kepresiden yang menganggap "teror"

    Baca Juga:

    kepala babi itu soal sepele.

    "Ucapan Hasan Nasbi yang menyatakan kepala babi itu dimasak saja, menunjukkan dia

    bukan saja menganggap remeh dan tak peduli, tapi juga sudah mati hati nuraninya," ujar S Satya Dharma.

    Seperti diketahui, pada tanggal 19 Maret 2025, kantor media Tempo menerima paket

    berisi kepala babi tanpa telinga. Paket tersebut dikirim oleh kurir yang memakai atribut aplikasi pengiriman barang. Paket ditujukan untuk Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik.

    Tiga hari kemudian, pada Sabtu, 22 Maret 2025, pukul 08.00 WIB, ada lagi kiriman

    paket berisi enam bangkai tikus tanpa kepala. Agus, petugas kebersihan media Tempo, menduga kotak kardus yang dibungkus dengan kertas kado bermotif bunga mawar merah itu berisi mi instan. Tapi ketika dibuka, petugas kebersihan dan Satpam menemukan enam bangkai tikus dengan kepala terpenggal yang ditumpuk di dalam kotak. Tak ada tulisan apa pun di kotak kardus tersebut.

    Pemeriksaan sementara oleh manajemen gedung, bungkusan berisi bangkai tikus itu

    dilempar orang tak dikenal pada pukul 02.11 WIB dari luar pagar kompleks kantor Tempo di Jalan Palmerah Barat, Jakarta Selatan.

    Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra mengatakan kiriman bangkai tikus makin

    memperjelas teror untuk redaksi Tempo. Sebab, sebelum bangkai tikus, redaksi Tempo menerima pesan ancaman melalui media sosial melalui akun Instagram @derrynoah pada 21 Maret 2025. Pengendali akun itu menyatakan akan terus mengirimkan teror "sampai mampus kantor kalian."

    Setri menyebut kiriman kepala babi dan tikus adalah teror terhadap kerja media dan kebebasan pers. "Pengirimnya dengan sengaja meneror kerja jurnalis," katanya. "Tapi jika tujuannya untuk menakuti, kami tidak gentar tapi stop tindakan pengecut ini," serunya.

    Menanggapi teror terhadap media Tempo itu, Wirja Taufan, penyair yang menjadi Ketua

    Komunitas Peduli Seniman Sumut, menilai apa yang dialami Tempo menunjukkan bangsa

    Indonesia sedang mengalami kemunduran peradaban. "Di masa Orde Baru teror semacam ini

    juga terjadi. Tapi teror yang sekarang dialami Tempo lebih parah dan lebih sadis," ujar Wirja Taufan.

    "Mengirim penggalan kepala babi dan bangkai tikus tanpa kepala kepada seseorang, itu

    bentuk sadisme dan menunjukkan kualitas peradaban orang yang melakukannya," tambah S. Satya Dharma.

    Oleh karena itu, Komunitas Peduli Seniman Sumut yang beranggotakan para penulis, penyair, sastrawan, wartawan dan seniman, meminta agar pihak kepolisian segera mengusut,

    menyelidiki dan mengungkap siapa pelaku teror yang mengancam kebebasan pers ini.

    "Salah satu amanat reformasi 1998 adalah mengembalikan pers pada kebebasannya

    sebagai pilar keempat demokrasi. Ironisnya, meski sudah 27 tahun reformasi berlalu, kok malah kita balik jadi bangsa yang primitif. Ini apa-apaan…?" seru S. Satya Dharma.(ril)

Tags
beritaTerkait
KKJ Sumut Kecam Tindak Intimidasi yang Dilakukan Terduga Preman Terhadap Jurnalis di PN Medan
Indeks Keselamatan Jurnalis 2024 Meningkat, Tetapi Masa Depan Kebebasan Pers Masih Diragukan
Tangkap Dua Eksekutor Pembakar Rumah Wartawan, Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Lain
 Ketua Indonesia Police Watch Minta Kapolda Sumut Serius Ungkap Pelemparan Bom Molotov di Rumah Wartawan di Deli Serdang
Proses Hukum Upaya Pembunuhan Waketum JMSI Jalan di Tempat, Ini Langkah Dewan Pers
Preman yang Intimidasi dan Halangi Tugas Jurnalis di Medan Resmi Jadi Tersangka
komentar
beritaTerbaru
hit tracker