Sabtu, 02 Mei 2026

Polrestabes Medan Buru Pelaku Penganiayaan di Jalan Pertiwi

Minggu, 03 Desember 2023 23:00 WIB
Polrestabes Medan Buru Pelaku Penganiayaan di Jalan Pertiwi
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Setelah pihak Polrestabes Medan menerima laporan resmi dugaan penganiayaan bersama-bersama yang dilakukan oleh terlapor Muhammad Alfi Syahri Ramadhan dan kawan-kawan.

Sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/3910/XI/2023/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tanggal 24 November 2023. Atas laporan Rahmat Dalimunthe. Kasus penganiayaan kepada anak masih di bawah umu dan masih pelajar. Kali ini pihak kepolisian masih memburu para pelaku yang diduga masih bersembunyi di Kota Medan.

Dalam peristiwa kejadian pada hari Kamis tanggal 23 November 2023 sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Pertiwi, Kecamatan Medan Tembung, korban Muhammad Habib Dalimunthe mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Pertiwi dan ketika korban masih pelajar itu berteriak, tiba-tiba dari arah belakang terlapor Muhammad Alfi langsung memiting leher korban dan kemudian terlapor Muhammad Alfi bersama temannya membawa korban.

Dan ditempatkan sebuah kedai yang tempatnya tidak diketahui korban dan langsung korban dianiaya dengan cara dipukul, ditempel dengan abu rokok serta kunci yang dipanaskan yang mengakibatkan luka bakar pada tangan sebelah kanan, memar pada wajah, dan bibir pecah, akibat kejadian itu pelapor selaku ayah kandung korban merasa keberatan. Kemudian membuat pengaduan ke Polrestabes Medan.

Namun usut punya usut yang dilakukan sejumlah wartawan dan mendapatkan pengakuan dan cerita dari pihak keluarga terlapor yang hadir di Mapolrestabes Medan mengaku terlapor (korban) salah satu kelompok geng motor Warde di Medan.

"Saya mempunyai data, bukti dan saksi dari remaja lainnya yang melihat dengan jelas korban tersebut terlibat kelompok geng motor Warde yang melakukan aksi perampasan sepeda motor milik warga lainnya yang mana ada sejumlah korban yang bersimbah darah dihajar dengan menggunakan benda tajam," ucap Riski Maulana (23) abang dari salah satu terlapor yang menceritakan adanya keterlibatan korban sebagai kelompok geng motor Warde kepada wartawan, Minggu (03/12/2023).

Dia juga mendukung langkah pihak Polrestabes Medan untuk menangkap para terlapor yang telah melakukan pemukulan kepada korban tersebut. "Yang salah harus diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab adik saya yang terlibat dalam pemukulan juga melakukan tindak pidana dan harus menerima hukuman setimpal dari pihak Polrestabes Medan," paparnya.

[br] Namun dirinya juga sangat menyayangkan salah satu pihak keluarga korban telah menyebarkan sebuah photo adiknya di media sosial untuk mempermudah polisi menangkapnya.

"Seakan-akan adik saya pelaku sadis dan harus dijebloskan ke penjara itu hanya menutupi kelakuan sadis korban yang diduga terlibat geng motor," paparnya.

Para terlapor juga yang melakukan pemukulan itu hanya risau melihat tingkah laku korban seorang pelajar itu ikut juga sebagai kelompok geng motor Warde.

"Saya yakin pihak pihak Kepolisian bijak menuntaskan kasus itu yang salah harus diproses," paparnya.

Sementara itu, dari pihak keluarga korban mengharapkan Polrestabes Medan menangkap para terlapor secepatnya. "Saya percaya pihak Polrestabes Medan menuntaskan kasus itu secepatnya," papar ayah korban Rahmat Dalimunthe.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa membenarkan laporan korban itu. "Doakan kasus penganiayaan itu secepatnya dituntaskan oleh pihak Polrestabes Medan," jelas mantan Kapolsek Medan Baru ini. (BS06)

Baca Juga:
Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Tiga Orang Pelaku Pengeroyokan Karyawan Warkop Ditangkap Polisi
Laporan Kasus Penganiayaan di Polsek Medan Baru Jalan di Tempat, Penyidik : Secepatnya Dituntaskan
Anak Korban Penganiayaan di Nias Selatan Jalani Perobatan ke RS Bhayangkara Medan
Polisi Ekshumasi Jenazah Ardiansyah di Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang
TMII Usut Dugaan Sekuriti Keroyok Pedagang Asongan Masuk Tak Bayar Tiket
Penganiayaan Anak-Anak di Tembung, Dua Orang Meninggal, Satu Kritis
komentar
beritaTerbaru
hit tracker