Kamis, 13 Agustus 2026

Kapolrestabes Medan Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2021

Rabu, 05 Mei 2021 17:00 WIB
Kapolrestabes Medan Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2021
BERITASUMUT.COM/BS04
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko MSi menghadiri apel gelar pasukan dalam rangka operasi Ketupat Toba 2021 di Lapangan Apel Mapolrestabes Medan, Rabu (05/05/2021). Apel gelar pasukan operasi Ketupat Toba 2021 dipimpin Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM, yang turut dihadiri Forkopimda, personel Polrestabes Medan, personel PM Denpom I/5, personel Kodim 0201/BS, Dishub Kota Medan, Satpol PP Kota Medan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Pramuka.

Wali Kota Medan dalam arahannya mengatakan, pemerintah memutuskan melarang kegiatan mudik bagi seluruh masyarakat pada tanggal 6-17 Mei 2021. "Ini adalah tahun kedua dimana pemerintah telah mengambil kebijakan untuk melarang warga masyarakat melakukan perjalanan mudik pada libur hari Raya Idul fitri, karena situasi pandemi Covid-19," katanya.

Karena, sambung Wali Kota, pemerintah menyadari bahwa larangan pemerintah ini tidak serta merta dipatuhi masyarakat, sehingga potensi pergerakan orang untuk melakukan perjalanan mudik masih cukup tinggi. Sebab, hasil survey Kementerian Perhubungan terhadap masyarakat apabila pemerintah tidak melarang mudik maka akan terjadi pergerakan orang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang.

Baca Juga:

Baca Juga : Jaga Kondusifitas Jelang Idul Fitri 1442 H, Wakil Wali Kota Medan Hadiri Rakor Ops Ketupat Toba Lintas Sektoral

"Namun apabila pemerintah melarang mudik, masih akan terjadi pergerakan orang melakukan perjalanan mudik sebesar 27,6 juta orang atau 11 persen," sambungnya.

Baca Juga:

[br] Pengalaman tahun lalu, lanjut Bobby, berbagai modus dilakukan masyarakat untuk mengelabuli petugas agar dapat lolos sampai di tempat tujuan mudik. "Hal ini tentu menjadi pembelajaran bagi kita dan lebih utama lagi begitu tinggi niat serta gigihnya masyarakat agar dapat melakukan perjalanan mudik. Sehingga perlu antisipasi dan kesiapan petugas," tegasnya.

Saat ini, lanjut Wali Kota Medan, pemerintah masih terus berjuang menekan laju perkembangan Covid-19 dengan berbagai kebijakan antara lain pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan, kegiatan vaksinasi dan terakhir PPKM mikro yang dinilai cukup efektif. "Kita harus bahu-membahu bersinergi dengan instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan laju perkembangan Covid-19. Penurunan transmisi penyebaran Covid-19 akhir-akhir ini jangan menjadikan kita lengah, sehingga kita mengabaikan protokol kesehatan," terangnya.

Kegiatan-kegiatan keagamaan utamanya pada Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai surat edaran menteri agama. "Kejadian di Negara India terkait ritual keagamaan umat Hindu Kumbh Mela yakni mandi bersama di Sungai Gangga tanpa menerapkan protokol kesehatan yang menyebabkan lebih dari 1.000 orang tertular dan dinyatakan positif Covid-19. Ini harus menjadi pengalaman serta cermin bagi kita agar tidak lengah," bebernya.

Baca Juga : Seminggu Operasi Keselamatan Toba 2021, Polda Sumut Keluarkan 4 Ribu Lebih Teguran Pelanggaran Lalu Lintas

Operasi Ketupat Toba 2021 akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai tanggal 6-17 mei 2021 dengan mengedepankan kegiatan pencegahan didukung deteksi dini dan penegakan hukum dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Guna mencegah penyebaran Covid-19 sehingga masyarakat dapat merayakan idul fitri dengan rasa aman dan nyaman.

[br] Dalam pelaksanaan operasi Ketupat Toba 2021, akan melibatkan 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya yang terdiri dari satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Jasa Raharja, dll.

Personel tersebut akan di tempatkan pada 333 pos penyekatan untuk mengantisipasi terhadap warga masyarakat yang masih nekat akan melaksanakan perjalanan mudik, 1.536 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas dan 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata, dll.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi operasi ketupat tahun 2020, gangguan Kamtibmas secara umum termasuk curat dan curas mengalami kenaikan sedangkan untuk kasus-kasus yang meresahkan masyarakat lainnya seperti curas bersenpi, curanmor, anirat, mengalami penurunan demikian juga kecelakaan dan pelanggaran lalu-lintas juga mengalami penurunan yang cukup signifikan. (BS04)

Tags
beritaTerkait
Siap Jadi Motor Penggerak Investasi, Arman Chandra: Dukungan dan Kemudahan Yang Diberikan Pemko Medan Adalah Amunisi Utama Kami
Perjuangan Pengacara Kondang Berbuah Hasil, Pemko Medan Rubuhkan Tembok PT SBP
KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan
Kapolrestabes Medan Terima Audiensi Panitia Zikir Akbar Nasional Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia
Sejarah, Pemanasan Piala Dunia U-17 Digelar di Sumut, Bobby Nasution: Pembuktian Sumut Bisa Gelar Laga Internasional
Walikota Medan Ingatkan Dinas PKPCKTR Soal Perencanaan dan Perawatan Aset
komentar
beritaTerbaru
hit tracker