Rabu, 23 September 2026

Kampung Jepang di Kecamatan Lima Puluh Pesisir Batubara Diresmikan

Minggu, 15 Desember 2019 06:30 WIB
Kampung Jepang di Kecamatan Lima Puluh Pesisir Batubara Diresmikan
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dalam suasana perayaan HUT ke-13 Kabupaten Batubara tahun 2019, Bupati Batubara, Zahir, meresmikan Embrio Kampung Jepang, di situs cagar budaya pendudukan pasukan Jepang, di Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Batubara.
 
Didampingi Ketua Penggerak TP PKK Maya Indriasari Zahir, Bupati mangatakan cagar budaya dan cagar alam perlu dilestarikan dan dijaga, karena tuntutan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, Undang-Undang Nimir 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Serta Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1998 tentang kawasan alam yang mempunyai ke khasan satwa, ekosistem yang perlu dilindungi.
 
"Karenanya, peninggalan sejarah peradaban 9 kedatu'an, jejak perdagangan kuno, jejak kolonial dan jejak perkebunan serta perang dunia kedua yang merembes ke Batubara harus kita rawat. Tak hanya itu, kita juga dapat mengkomunikasikan kepada masyarakat sebagai sumber inspirasi dalam pembangunan  sekaligus kita jadikan sarana wisata dengan mendirikan Museum Batubara."
 
"Dalam rangkaian HUT Kabupaten Batubara tahun ini, kita telah menggali peninggalan sejarah peradaban berupa sejarah dan situs-situs yang menjadi cagar budaya dan cagar alam yang perlu kita lestarikan di Batubara," papar Bupati dilansir dari laman batubarakab.go.id, MInggu (15/12/2019).
 
Bupati menjelaskan, jika keseluruhan cagar budaya dan cagar alam ini sudah tertata dan terbangun secara standarisasi, maka akan mendatangkan wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. "Selain itu, tempat ini juga akan kita jadikan tempat para ilmuan mengkaji dan meneliti warisan sejarah dan kekayaan ekosistem yang akhirnya membangun pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
 
Sementara itu, sejarawan sekaligus Anggota TBUPP Batubara, Dr Phil Ichwan Azhari mengungkapkan Pasukan Jepang masuk ke Sumatera Utara lewat Pantai Sejarah pada bulan Maret 1942. Pendaratan pasukan Jepang di pantai ini dilakukan secara besar-besaran bersama markas besar Divisi dan Korps Sandi (Fusuyama, 1994:346-347).
 
"Jepang seperti mengecoh Belanda yang dengan armadanya menjaga Pelabuhan Belawan dari penyusupan pasukan Jepang. Ternyata Jepang seperti menikam Belanda dari belakang dengan mendarat di kampung sunyi ini yang sama sekali tidak dijaga pasukan Belanda," katanya.
 
Informasi dihimpun, sebelumnya, Bupati juga telah meresmikan salah satu cagar alam yang merupakan warisan dunia yaitu Danau Laut Tador.Karena di dalamnya terdapat jenis hewan langka (mamalia, ikan, reptil) dan tanaman langka yang telah hidup ratusan tahun. Sehingga ditempat ini kita jadikan lokasi cagar alam ke-12 di Sumatera Utara.(BS09)
 

Tags
beritaTerkait
Tembus Rp1 Miliar, Karantina Kawal Ekspor Bonggol Jagung Sumut ke Jepang
Prabowo Paparkan Program Prioritas ke PM Jepang: Hilirisasi-Hapus Kelaparan
Pj Gubernur Sumut Terima Kunjungan Dubes Jepang, Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Perdagangan
Polda Sumut Tangkap Bakal calon Bupati Batubara Zahir
Mantan Bupati Batubara jadi DPO, Polda Sumut Minta Masyarakat Lapor
Dugaan Suap Seleksi PPPK Batubara, Polda Sumut Limpahkan Lima Tersangka ke Jaksa
komentar
beritaTerbaru
hit tracker