Selasa, 12 Mei 2026

Kepala BNPB Sebut 99 Persen Karhutla Ulah Manusia, 80 Persen Jadi Kebun

Selasa, 24 September 2019 16:30 WIB
Kepala BNPB Sebut 99 Persen Karhutla Ulah Manusia, 80 Persen Jadi Kebun
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengemukakan, dari 328.724 hektar luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2019 ini, 99 persen terjadi karena ulah manusia. Sementara dari keseluruhan luas karhutla yang terbakar 80 persen di antaranya telah menjadi kebun.

“Saya mempunyai data, penyebab Karhutla adalah 99% ulah manusia ada yang disengaja ada yang lalai, dan 80% lahan yang terbakar pada akhirnya menjadi kebun,” kata Kepala BNPB Doni Monardo dilansir dari laman setkab, Selasa (24/09/2019).

Menurut Kepala BNPB, karhutla tahun 2019 ini berbeda dari karhutla tahun sebelumnya yang relatif mudah dipadamkan, karena lahan gambut masih relatif basah. “Tahun ini sudah 328 ribu hektar lahan gambut yang terbakar relatif kering,” ujarnya.

Karena luasnya lahan yang terbakar itu, Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, masalah bencana karhutla ini tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Butuh bantuan dari berbagai kalangan, bersinergi dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama. “Tidak perlu saling menyalahkan, mari kita bahu-membahu memadamkan api. Kedepannya pencegahan harus dikedepankan, dan pemerintah daerah harus melibatkan masyarakat sebagai kunci pencegahan Karhutla,” tegas Doni.

Untuk itu, kepada para pejabat pemerintah di Provinsi Jambi, Doni berpesan agar mereka hidup bersama rakyatnya, dan pelajari perilakunya. “Sisa api yang ada, mari kita padamkan bersama. Pemerintah pusat siap membantu dan mendukung upaya pemadaman,” tutur Kepala BNPB.

Kepala BNPB menganjurkan agar dalam bertani, berladang, berkebun tidak lagi dilakukan dengan membakar lahan. Ia mengingatkan adanya aturan yang memperbolehkan membuka lahan dengan cara membakar harus perlu izin. “Hal yang perlu diperhatikan adalah membuka lahan di areal gambut, yang berbahaya jika kering, api langsung menjalar. Hal ini yang harus diperhatikan oleh masyarakat agar api tidak membesar,” pungkas Doni.(BS09)
 

Tags
beritaTerkait
Lebih 10 Jam, Kebakaran Pabrik Sandal Swallow di Medan Deli Belum Padam
Rumah Dua Lantai di Pekan Labuhan Hangus Terbakar
Kebakaran Rumah Dua Lantai di Mabar, Satu Orang Terluka
Kantor Dinas Pendidikan Sumut Terbakar
Enam Rumah di Sidorame Timur Hangus Terbakar
Panti Asuhan di Helvetia Terbakar
komentar
beritaTerbaru
hit tracker