Selasa, 15 September 2026

Kesehatan Mental Remaja, Salah Satu Permasalahan Indonesia Terkait Bonus Demografi

Minggu, 24 Maret 2019 10:30 WIB
Kesehatan Mental Remaja, Salah Satu Permasalahan Indonesia Terkait Bonus Demografi
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Indonesia akan memiliki bonus demografi pada tahun 2025-2035 dengan syarat memiliki sumber daya manusia sehat dan produktif. Sementara itu, saat ini Indonesia masih dihadapkan pada salah satu permasalahan kesehatan yang kerap kali dialami remaja, yakni kesehatan mental.
 
Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat dr Eni Gustina MPH mengatakan untuk mengatasi masalah kesehatan mental harus diintervensi dengan memberikan remaja ruang berbicara yang lebih luas. Dalam keluarga misalnya, orang tua perlu banyak berkomunikasi dengan anak agar segala masalah yang sedang dihadapinya bisa dibicarakan kepada orang tua.
 
"Masalah kesehatan mental itu butuh intervensi dengan lets talk, silakan bicara. Dia punya masalah tapi tidak tahu mesti cerita kemana, ke siapa. Jadi kita berikan konseling, mengajak orang-orang kalau dia ada masalah, dia bisa bicara ke temennya," ujar dr Eni seperti dilansir dari laman depkes, Minggu (24/03/2019).
 
dr Eni menyebutkan, stres menjadi salah satu masalah kesehatan mental. Dia mencontohkan masalah yang mengakibatkan remaja stres, seperti seks bebas, masalah keluarga, dan masalah ekonomi. Faktor penyebabnya banyak, salah satunya kurang komunikasi dengan orang tua, karena orang tua terlalu sibuk bekerja."Banyak orang tua yang sibuk bekerja yang kadang komunikasi dengan pesan tulisan, kalau gitu kapan dia bisa berkonsultasi dengan orang tuanya," kata dr Eni.
 
Contoh lain terkait pornografi, dr Eni mengatakan sebagian besar pornografi disebabkan karena remaja mengakses konten porno sendirian di kamar."Artinya orang tua itu mesti dong awasin anaknya di kamar ngapain aja. Kerjanya buka hp, nonton, ya akhirnya jadi adiksi pornografi. Jika sudah teradiksi kemungkinan besar mencari lawan jenisnya bahkan sampai terjadi kekerasan seksual," ucap dr Eni.
 
Salah satu upaya pencegahan, Kemenkes bekerjasama dengan Kemendikbud dalam memberikan konseling kepada para murid di sekolah. Tahun ini guru-guru bimbingan konseling (BK) dilatih dalam hal peningkatan kemampuan konseling bagi siswa ajarnya.
 
Di samping itu, agar Indonesia mendapatkan bonus demografi, remaja Indonesia harus memiliki keterampilan hidup sehat atau yang disebut dengan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS). PKHS merupakan keterampilan dalam mengenali karakter diri sendiri, mampu berempati, mampu menentukan pilihan terbaik, menyelesaikan masalah secara konstruktif, berpikir kritis dan kreatif, mampu dan berani menyampaikan gagasan, memiliki kemampuan interpersonal yang baik, mampu mengendalikan emosi dan mengatasi stres.
 
"Jika kemampuan PKHS ini dimiliki setiap remaja maka mereka dapat memberikan keputusan yang tepat dalam tiap tindakan termasuk dalam menolak ajakan perilaku beresiko," pungkas dr Eni.(BS09)
 

Tags
beritaTerkait
Ketua KADIN Medan Arman Chandra Diangkat Jadi Anggota Kehormatan PGI Bireuen, Kado Istimewa di Hari Ulang Tahun
Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025
Walikota Medan Minta Dinas SDABMBK Petakan Jalan Rusak dan Drainase Yang Perlu Diremajakan
Serahkan Piala Juara Liga 4, Gubernur Harapkan Sepakbola Sumut Makin Berkembang
Indonesia untuk Pertama Kali ke Piala Dunia U-17 Via Kualifikasi
Hasil Indonesia Vs Yaman: Garuda Muda Menang 4-1, ke Piala Dunia U-17
komentar
beritaTerbaru
hit tracker