Selasa, 19 Mei 2026

Gubsu Akan Libatkan Pakar Orang Sumut Bantu Wujudkan Sumut Bermartabat, Posisi Kepala OPD Terancam

Selasa, 25 September 2018 20:45 WIB
Gubsu Akan Libatkan Pakar Orang Sumut Bantu Wujudkan Sumut Bermartabat, Posisi Kepala OPD Terancam
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi menyadari untuk mewujudkan visi dan misi yang diusung dirinya bersama Wakil Gubernur Sumut H Musa Rajekshah menjadikan Sumut Bermartabat harus dilakukan dengan upaya yang luar biasa. Meskipun tidak secara vulgar menyatakan kalau timnya di Pemprovsu saat ini tidak akan mampu, namun Edy memberi sinyal akan memboyong sejumlah ahli yang merupakan putra Sumut yang saat ini berkiprah di luar Sumut. 
 
"Ada 14 juta jiwa yang saat ini menjadi tanggungjawab saya sebagai Imam dan nahkoda. Saat ini tidak waktunya lagi kita bersantai-santai untuk mengembalikan kewibawan Sumut. Untuk itu saya butuh bantuan dari para ahli. Kedepan akan kita siapkan staff khusus, para ahli-ahli kita dibidangnya untuk membantu mewujudkan Sumut Bermartabat. Banyak orang Sumut diluar sana, para Profesor dibidangnya kita kembali ke Sumut dengan konsep Marsipature Hutanabe (Martabe). Saya akan siapkan dulu dananya," ujar Edy saat silaturahmi dengan para awak media di Gedung Binagraha, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (25/09/2018).
 
Meskipun belum memaparkan secara gamblang terkait siapa saja sosok para ahli yang nantinya diboyong ke Sumut namun Edy memastikan bahwa banyak para para ahli yang merupakan putra terbaik Sumut yang berkiprah di luar Sumut. 
 
Edy pun memberi sinyal sekaligus menegaskan bahwa sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprovsu yang dinilai tidak mampu bekerja di bidangnya akan dicopot. "Saya pastikan tidak ada alasan agama ataupun suku, ataupun punya kedekatan kalau tidak mampu tidak akan berada dij abatannya sekarang. Sekarang kita tidak ada cerita main-main lagi. Ini untuk kepentingan masyarakat Sumatera Utara," tegas Edy.
 
Dalam kesempatan itu Edy juga menyampaikan kalau dirinya sudah memantau kinerja sejumlah pimpinan OPD. Secara jujur diakuinya kalau dia sudah mengantongi nama-nama pejabat OPD yang dinilai tidak mampu menjalankan program kerja yang diharapkan dalam mewujudkan Sumut Bermartabat.
 
"Tadi saya ke Dinas PU Binamarga, saya marah, eh menegurnya karena saya lihat jalan di tempatnya saja tidak beres. Bagaimana mengurusi jalan Provinsi ini. Memang dia itu Mora saya, ya takutnya kalau dirunut-runut famili istri pula. Tapi saya tegaskan, tidak ada istilah agama, suku atau alasan apapun itu dalam menempatkan Kepala OPD. Harus kita buktikan Sumut ini bermartabat," pungkasnya.
 
Edy yang hadir didampingi Waki Gubernur Sumut Musa Rajekshah bantuan dari media dan insan pers agar mengawal kinerja kedepan. Edy menyampaikan banyak hal terkait visi misi Sumut Bermartabat hingga hal-hal yang menjadi perhatiannya dalam memimpin Sumut yang masih 20 hari tersebut. Mulai dari pertanyaan tentang pilihannya dalam Pilpres sampai viralnya video wawancaranya dengan salah satu stasiun TV berita.
 
“Saya tidak mau bicara pilihan saya dalam Pilpres, itu biar jadi urusan saya dengan Tuhan di bilik suara. Sebagai gubernur saya tidak akan mempengaruhi rakyat Sumut. Saya saat ini milik rakyat Sumut, saya harus tahu menempatkan diri saya,” jelasnya.
 
Ditegaskan Edy, meski di beberapa kabupaten/kota, suara yang ia dan Musa Rajekshah dulang rendah, bukan berarti kabupaten/kota tersebut tidak akan diperhatikan. “Lantas kalau kabupaten itu tidak memilih saya, apakah potensi kabupaten/kota itu harus kita abaikan? Tentu tidak,” katanya.
 
Edy juga berencana untuk memindahkan kantornya ke lantai bawah Gedung Pemprovsu agar lebih mudah ditemui masyarakat. Ia menegaskan akan menerima jika masyarakat ingin bertemu dengannya. Serta akan rutin membuat pertemuan dengan wartawan untuk menampung aspirasi dan kritik dari insan pers.“Saya sendiri yang akan bertemu dan berdiskusi dengan para wartawan semua, jika tidak saya, maka Wagubsu Musa Rajekshah, di bawah Ijeck, tidak boleh. Karena kami pembuat keputusan,” katanya.
 
Sebagaimana salah satu program prioritas Sumut Bermartabat, yakni mengembalikan potensi Sumut yang agraris, Edy menekankan untuk membangun desa dan menata kota. Menurutnya, desa-desa di Sumut harus dibangun sesuai potensinya masing-masing dan kota-kota yang ada harus ditata. Jika desa tidak terbangun, arus urbanisasi akan memenuhi kota-kota sehingga pembangunan tidak merata.(BS03)

Tags
beritaTerkait
Segera Sampaikan Laporan Keuangan TA 2024, Pemprov Sumut Targetkan Opini WTP Ke-11
Gubernur Sumut Akan Kuliahkan Kakak Beradik Yatim Piatu di Nias, Hingga Tamat
Hadiri Governansi Insight Forum OJK, Pj Gubernur Pamit ke Komunitas Jasa Keuangan dan Perbankan Sumut
 Pj Gubernur Sumut Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan Paslon Gubernur dan Wagub Terpilih Sumut Hasil Pilkada 2024
Ikuti Paripurna Pengumuman Penetapan Gubsu-Wagubsu Terpilih, Bobby Nasution: Insya Allah Amanah Ini Kami Jalankan Sebaik-baiknya
Gugatan Edy Rahmayadi soal Hasil Pilgub Sumut di MK Kandas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker