Jumat, 05 Juni 2026

Menag Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Perbedaan Hari Raya Idul Adha antara Saudi dan Indonesia

Senin, 13 Agustus 2018 20:05 WIB
Menag Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Perbedaan Hari Raya Idul Adha antara Saudi dan Indonesia
BERITASUMUT.COM/IST
Pasar hewan Kakhiya, pasar kambing terbesar di Makkah. Di sinilah tempat untuk membeli kambing membayar dam atau berkurban.(kemenag)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Mahkamah Ulya Arab Saudi mengumumkan bahwa hari Minggu (12/08/2018) kemarin merupakan tanggal 1 Dzulhijjah 1439 H. Dengan penetapan ini maka di Saudi, Hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah akan bertepatan dengan hari Senin (20/08/2018) dan Hari Raya Idul Adha pada hari Selasa (21/08/2018).
 
Penetapan tersebut, merupakan hasil pengamatan Tim Ru’yatul Hilal di beberapa tempat, seperti di As-Sudair dan As-Syaqra’. Mereka menyatakan berhasil melihat bulan (ru’yatul hilal).
 
Sementara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama berdasar hasil sidang itsbat menetapkan 1 Dzulhijjah 1439 H jatuh hari ini, Senin (13/08/2018). Sehingga hari raya Idul Adha pada Rabu 22 Agustus 2018.
 
Menanggapi hal itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak seluruh masyarakat untuk bijak sikapi perbedaan tersebut. Menag menegaskan perbedaan tanggal seperti itu bukan merupakan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Karena penetapan waktu ibadah di Indonesia bersifat lokal, bukan global, mengikuti wilayatul hukmi mencakup MABIMS (Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura).
 
“Untuk ibadah, terutama salat dan puasa kita merujuk pada waktu lokal, sehingga perbedaan waktu, jam termasuk hari kita mengikuti wilayah di mana kita berada,” ungkap Menag dilansir dari laman kemenag, Senin (13/08/2018).
 
Pernyataan Menag ini sekaligus memberikan kepastian kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang menjalankan rangkaian ibadah di bulan Dzulhijjah ini, termasuk dalam merayakan Idul Adha.(BS09)
 

Tags
beritaTerkait
Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah
Resmi Jadi Direktur RS Haji Medan, Sri Suriani Komit Hadirkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Islam
Bank Emas Diluncurkan 26 Februari, Airlangga Sebut Cocok Untuk Nabung Haji
Purnatugas Dirut RS Haji Medan, Pemprov Sumut Harapkan Rehulina Ginting Tetap Berkontribusi di Bidang Kesehatan
Usai Rapat di KPK, Menag Janji Layanan Haji Lebih Baik
DPR Umumkan Pembentukan Timwas Haji hingga Timwas Perlindungan PMI
komentar
beritaTerbaru
hit tracker