Sabtu, 18 April 2026

Pokja Humas Sumut Tuduh Mantan Gubernur Syamsul Arifin Lakukan Kampanye Terselubung

Minggu, 24 Juni 2018 21:15 WIB
Pokja Humas Sumut Tuduh Mantan Gubernur Syamsul Arifin Lakukan Kampanye Terselubung
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Koordinator Pokja Humas Sumut H Idrus Djunaidi SH menuduh acara Halal Bil Halal di Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso, Medan sebagai Kampanye terselubung mantan Gubernur Sumut Syamsul Arifin untuk pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss). 
 
Idrus pun mendesak agar Bawaslu tidak tutup mata dan mengambil tindakan tegas terhadap kondisi yang merusak ketenangan jelang Pilgubsu 27 Juni mendatang. "Kita mengutuk perilaku tidak bermartabat dari mantan Gubsu yang pernah terlibat kasus korupsi tersebut," tegas Idrus Djunaidi kepada wartawan Minggu (24/06/2018).
 
Seharusnya, lanjut Idrus di minggu tenang ini hendaknya semua pihak menjaga dan menahan diri untuk bertindak tidak melanggar aturan. Karena patut diduga bahwa kegiatan yang memobilisasi massa ke Istana Maimun untuk menghadiri Halal Bil Halal hanya kedok semata. Apalagi sebagai tokoh, Syamsul Arifin nyata-nyata telah menyampaikan dukungannya kepada Pasangan Djoss. 
 
"Kenapa kalau Halal Bil Halal tidak dibuat dirumahnya saja. Apa bedanya ini dengan kampanye, memobilisasi massa ke Istana Maimun. Kita minta Bawaslu tidak tutup mata hanya karena memiliki kedekatan dengan tokoh tersebut," ujarnya lagi. 
 
Senada, Ketua Tim Relawan Monitoring Pilgubsu, Firdaus Nasution SH juga menegaskan kalau Syamsul Arifin hendaknya menghargai minggu tenang. Sebagai tokoh sekaligus mantan Gubernur Sumut hendaknya Syamsul Arifin memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. 
 
"Boleh saja kita memberikan dukungan kepada calon yang kita senang. Tapi kita juga tau aturan. Jangan halalkan semua cara untuk memenangkan Calon yang kita dukung. Ingat pemimpin yang bermartabat itu lahir dari proses yang bermartabat pula. Buka dengan cara-cara kotor," tegasnya. 
 
Firdaus pun mendesak penyelenggara Pemilu berlaku netral, tidak tinggal diam dan mengambil tindakan tegas. "Awasi kalau ada pelanggaran jangan diam, ambil tindakan tegas. Bila perlu bubarkan karena akan merusak suasana minggu tenang. Semua pihak harus menjaga suasana ini tetap damai dan kondusif," pungkasnya.(BS03)

Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat
Lantik Bupati dan Wakil Bupati Madina, Gubernur Sumut Ingatkan Kesejahteraan Rakyat Sebagai Landasan Bekerja
Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Bersama Stakeholder Pada Pilkada Tahun 2024
Sertijab Bupati Asahan, Wagub Sumut Ajak Selaraskan Pembangunan Pemkab dan Pemprov
Ada Calon Kepala Daerah Didiskualifikasi MK, Ini Pembelaan Diri KPU di DPR
MK Putuskan Pilkada Pasaman Diulang, Cawabup Eks Napi Didiskualifikasi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker