Kamis, 04 Juni 2026

RSUD dr Pirngadi Medan Hentikan 8 Tenaga Kontrak, Salah Satunya Bilal Mayit yang Merasa Difitnah Gunakan Narkoba

Selasa, 06 Maret 2018 22:15 WIB
RSUD dr Pirngadi Medan Hentikan 8 Tenaga Kontrak, Salah Satunya Bilal Mayit yang Merasa Difitnah Gunakan Narkoba
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Sebanyak 8 orang tenaga kontrak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan diberhentikan dengan alasan kebutuhan serta kemampuan keuangan mereka di tahun 2018.
 
R Pakpahan (52) salah seorang tenaga kontrak yang diberhentikan dari pekerjaannya sebagai bilal mayit di instalasi jenazah mengaku, meski dalam surat pemberhentian yang diberikan pada dirinya karena alasan evaluasi kebutuhan dan keuangan RSUD dr Pirngadi. Tetapi yang membuat ia tidak senang, karena dirinya merasa difitnah positif narkoba berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan oleh RSUD dr Pirngadi.
 
"Kalau alasan saya sudah tua atau kinerja saya tidak bagus saya akan terima. Tapi jangan katakan saya pemakai narkoba. Saya juga sudah tes ke BNN, dan ternyata hasilnya negatif," keluhnya.
 
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh, jumlah tenaga kontrak di RSUD dr Pirngadi Medan ada terdapat sebanyak 614 orang. Bila masing-masing tenaga kontrak ini memiliki gaji Rp 1,5 juta perorang, maka setiap bulannya RS ini harus menggelontorkan kas mereka hingga Rp 921 juta.
 
Kassubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Peranginangin mengakui jika RS milik Pemko Medan ini sedang melaku-kan evaluasi menyangkut keuangan mereka. Namun sejauh ini, kata dia belum ada keputusan, apakah bakal ada pemberhentian lebih lanjut, dari tenaga kontrak mereka yang ada.
 
"Saya belum tahu apakah akan ada yang dikeluarkan lagi. Karena saat ini evaluasi masih dilakukan.Kalau untuk gaji tenaga kontrak kita sebetulnya bervariasi. Memang ada yang Rp 1,5 juta perbulan, tapi ada yang Rp 1 juta dan Rp 700 ribu. Hal itu sesuai bidangnya," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (06/03/2018).
 
Memang, diakui Edison, belakangan ini, keuangan RSUD dr Pirngadi memang tengah tidak stabil. Hal itu dituding, sejak berlangsungnya era BPJS Kesehatan pada tahun 2014 lalu yang memberlakukan jenjang perobatan melalui rayonisasi, telah membuat pendapatan RSUD dr Pirngadi menjadi menurun.
 
Disinggung mengenai evaluasi yang dilakukan, selain tes urine, manajement RSUD dr Pirngadi juga melakukan tes psikologis bagi para tenaga kerja kontrak. Hasil itu, kata dia bakal menentukan jenis pekerjaan yang akan dilakukan tenaga kontrak sesuai bakat maupun profesi pendidikannya masing-masing."Jadi evalusinya belum ada kalau soal pemberhentian. Apalagi kalau berapa jumlah yang akan dikeluarkan, saya nggak tahu," tegasnya.
 
Senada, Kabag Umum RSUD dr Pirngadi Medan, Indah Kumala Hasibuan saat dikonfirmasi mengaku jumlah gaji yang dikeluarkan RSUD dr Pirngadi setiap bulan untuk tenaga kontrak memang sangat memberatkan keuangan rumah sakit. "Karenanya itu kita melakukan evaluasi. Sebab pengeluaran keuangan RS Pirngadi ini sangat memberatkan," terangnya.
 
Namun Indah mengaskan, jika evaluasi itu juga akan dilakukan kepada seluruh pegawai di RSUD dr Pirngadi termasuk dokter, bidan, dan perawat. Akan tetapi sejauh ini, evaluasi baru dilakukan kepada para tenaga kontrak terlebih dahulu."Jadi bakal semua di evaluasi. Tapi untuk sekarang baru ada sekitar 600-an tenaga kontrak," pungkasnya.(BS09)
 

Tags
beritaTerkait
TO Satres Narkoba Polrestabes Medan Semakin Eksis Edarkan Sabu di Jermal 7, Segera Ditangkap
Diskotik Krypton Jalan Gajah Mada Jadi Sarang Ekstasi, Warga Tuntut Penutupan Permanen
BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jaminan Kematian & Beasiswa kepada 16 Ahli Waris P3K Paruh Waktu
BPJS Ketenagakerjaan: Keluarga Personel Satpol PP Medan Dapat Santunan
Polrestabes Medan Sikat Rayap Besi-Narkoba, 15 Hari, 147 Tersangka Ditangkap
Polisi Sergap 2 Orang Pemuda Pengedar Sabu di Jalan Pasar III Medan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker