Selasa, 19 Mei 2026

Destanul Aulia: Bukan Letak Patungnya, Tapi Maknanya Harus jadi Spirit RSUD Dr Pirngadi Medan

Rabu, 14 Februari 2018 18:45 WIB
Destanul Aulia: Bukan Letak Patungnya, Tapi Maknanya Harus jadi Spirit RSUD Dr Pirngadi Medan
BERITASUMUT.COM/BS07
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pengamat Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Destanul Aulia menilai bukan masalah letak patung Dokter Raden Pirngadi Gonggoputro yang dipermasalahkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, namun harusnya makna dari patung itulah yang harus dapat berpengaruh positif bagi lingkungan Rumah Sakit milik Pemko Medan itu.
 
Seperti diketahui, letak patung sempat menjadi polemik, setelah kemudian patung di tempatkan di lokasi semula, di halaman parkir depan menghadap Jalan HM Yamin, Medan. "Ikon itu adalah makna dari suatu simbol. Jadi biasa memang di sebuah organisasi itu termasuk rumah sakit harus mempunyai sebuah spirit melalui ikon. Kenapa, karena itu akan menjadi eksistensi," ujar Aulia kepada wartawan, Rabu (14/02/2018).
 
Aulia menyebutkan, ikon dokter Pirngadi harusnya terdapat di seluruh ruangan rumah sakit tersebut. Supaya, makna filosofis dari visi sebenarnya rumah sakit milik Pemko Medan itu dapat menyentuh semua lini sumber daya manusia yang ada di dalamnya. "Jadi orang bisa lihat itu simbol apa. Dokter Pirngadi mengingatkan kita akan belas kasihan, mengedepankan masyarakat, mengesampingkan kepentingan pribadi, sehingga harus membuat Pirngadi menjadi rumah sakit terbaik di Sumut," sebutnya.
 
Lebih jauh Aulia menilai, jika kini tidak semua orang paham terhadap spirit dokter Pirngadi itu. Karenanya, menurut dia, sepatutnya dapat dibuat kajian mengapa dokter Raden Pirngadi itu menjadi sebuah simbol yang penting bagi RSUD dr Pirngadi."Dan itu juga harus dikomunikasikan ke setiap orang. Ikonnya harus dipromosikan termasuk kepada tamu, tukang parkir, Cleaning Service, Direktur, pasien, dokter, sehingga terbangun konsep budaya yang menginspirasi," terangnya.
 
Apalagi, tambah Aulia, sampai sekarang, pelayanan di RSUD dr Pirngadi juga belum menunjukakan tingkjat kepuasan yang baik bagi masyarakat. Ditambah lagi, rumah sakit ini dikenal sangat tinggi akan unsur politisasinya, sehingga makna sebenarnya dari ikon itu tidak bisa di dalami."Jadi jauhkanlah lingkungan RS Pirngadi dari politisasi. Tegaskan bahwa RS memang untuk memberikan pelayanan pada masyarakat. Sehingga siapapun harus dilayani, baik miskin ataupun kaya. Karena pelayanan adalah pelayanan bukan unsur politis. Jadi no politik," tegasnya.
 
Sebelumnya, Kassubag Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Peranginangin mengatakan, pemindahan patung dokter Raden Gonggoputro dilakukan karena, jika diletakkan di halaman dalam rumah sakit, patung tersebut hanya akan dapat dilihat oleh pasien, keluarga pasien, pegawai, serta para dokter rumah sakit saja. Sedangkan bila patung itu ditempakan dilokasinya yang semula, yakni menghadap jalan, akan dapat dilihat oleh seluruh khalayak ramai.
 
"Jadi bisa lebih ditampilkan ke khalayak. Bahwasanya, itulah Direktur pribumi pertama RSUD dr Pirngadi Medan, dokter Raden Pirngadi Gonggoputro," jelasnya.
 
Pemindahan ini juga, lanjut Edison, agar bila masyarakat melihat dapat menghormati sosok dokter Pirngadi. Meskipun dari aspek keindahan, diakui Edison patung tersebut sebenarnya lebih cocok untuk ditempatkan di halaman dalam rumah sakit plat merah ini."Jadi tujuan dibongkar itu cuma untuk dipindah saja. Kita kan nggak paham, beda direktur beda kemauannya. Makanya kembali dipindahkan," pungkasnya.(BS07)
 

Tags
beritaTerkait
KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan
Walikota Medan Ingatkan Dinas PKPCKTR Soal Perencanaan dan Perawatan Aset
Apel Perdana Pasca Libur Idulfitri, Rico Waas Minta Jajaran Pemko Medan Langsung Bekerja Layani Masyarakat
Mudik Gratis Bareng Pemko Medan, Walikota Lepas 1.969 Pemudik ke 12 Kota Tujuan
Walikota Medan Dukung BBMKG Sebar Informasi Cuaca Melalui Videotron Pemko Medan
Wakil Walikota Medan Tinjau Pendaftaran Mudik Gratis
komentar
beritaTerbaru
hit tracker