Selasa, 19 Mei 2026

Program KTHE Philips Lighting Terangi Enam Desa Tanpa Aliran Listrik di Sumatera Utara

Selasa, 05 September 2017 23:45 WIB
Program KTHE Philips Lighting Terangi Enam Desa Tanpa Aliran Listrik di Sumatera Utara
BERITASUMUT.COM/BS02
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Philips Lighting, perusahaan global di bidang pencahayaan, hari ini mengumumkan rampungnya tahap pertama implementasi program 'Kampung Terang Hemat Energi' (KTHE) 2017-2018 di Sumatera Utara. Philips Lighting Indonesia telah menciptakan 447 titik lampu baru untuk perumahan, fasilitas umum dan jalan desa, yang kini menerangi kehidupan sekitar 1.600 orang di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat.
 
“Kami bangga bahwa program ‘Kampung Terang Hemat Energi’ ini telah berhasil mengganti penggunaan lampu minyak tanah dan lilin dengan sistem pencahayaan LED Philips yang berbasis tenaga surya. Kini, penduduk desa memiliki akses pada sumber pencahayaan berkelanjutan yang memungkinkan mereka untuk meneruskan aktivitas hingga malam hari,” ujar Country Leader Philips Lighting Indonesia (PLI) Rami Hajjar, dalam sambutannya di perayaan penyelesaian program KTHE yang digelar di Aryaduta Hotel Medan, Selasa (05/09/2017).
 
Dengan menggunakan sistem pencahayaan LED Philips berbasis tenaga surya, sambung Rami, penduduk kini tidak lagi terpapar dengan resiko kerusakan mata dan masalah pernafasan yang diakibatkan oleh penggunaan lampu minyak tanah. “Di Philips Lighting, kami percaya bahwa pencahayaan dapat menginspirasi dan meningkatkan kehidupan masyarakat.” jelasnya.
 
Philips Lighting, dijelaskan Rami, memberikan sistem pencahayaan yang mencakup pencahayaan tenaga surya untuk rumah Philips LifeLight yang bersinar 10 kali lebih terang dibandingkan dengan lampu minyak tanah, lampu jalan LED yang terintegrasi dengan panel surya untuk menerangi jalan desa, serta Solar Indoor Sistem yang dapat dipasang di rumah dan fasilitas umum. "Salah satu fitur yang sangat berguna dari Philips LifeLight dan Solar Indoor System adalah port USB yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai ponsel di rumah," tegasnya.
 
Dusun Namo Mira di desa Sukadame adalah salah satu contoh dusun terpencil yang menjadi salah satu penerima bantuan program, di mana pemilihannya dibantu melalui peninjauan Kopernik. Terletak sekitar dua jam berkendara dari Medan, 200 penduduk dusun ini belum pernah menikmati kenyamanan memiliki listrik. Program “Kampung Terang Hemat Energi” di Sumatera Utara ini mencakup 11 dusun di enam desa, termasuk desa Sukadame, Naga Timbul, Ketangkuhen dan Rumah Sumbul di Kabupaten Deli Serdang serta desa Namo Sialang dan Sei Serdang di Kabupaten Langkat.
 
Philips telah merevolusi pencahayaan selama lebih dari 125 tahun dengan mengutamakan pelanggan sebagai pusat dari setiap inovasinya dan meningkatkan kehidupan masyarakat, baik mereka yang tinggal di kota maupun di daerah pedalaman. Sejak penemuan pencahayaan tenaga surya, fokus perusahaan adalah untuk menyediakan sistem pencahayaan, untuk penggunaan di dalam maupun di luar ruang, dengan mengandalkan energi terbarukan alami seperti sinar matahari. Khususnya di negara tropis seperti Indonesia, tentunya memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber pencahayaan. Pencahayaan LED tenaga surya Philips  memiliki konsumsi daya yang sangat rendah dan sangat mudah untuk dipasang.
 
Bermitra dengan Kopernik, LSM lokal yang mengkhususkan pada teknologi untuk memberdayakan penduduk desa terpencil, di awal bulan Agustus lalu Philips Lighting Indonesia telah mencanangkan program 'Kampung Terang Hemat Energi' 2017-2018 yang diharapkan akan menerangi kurang lebih 25 desa yang belum teraliri listrik di Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku. Philips Lighting memperkirakan terciptanya 2.886 titik lampu baru dalam periode ini, yang berarti hampir sepuluh kali lebih banyak dari jumlah titik lampu yang tercipta pada periode program tahun 2015 di Sulawesi Selatan.
 
“Melihat keberhasilan implementasi pertama program ini, kami memiliki harapan yang besar bagi ketiga area lain dimana program ‘Kampung Terang Hemat Energi’ akan dilaksanakan. Kami percaya bahwa sistem pencahayaan tenaga surya yang berkelanjutan ini akan membantu menerangi lebih banyak daerah di seluruh Indonesia, serta meningkatkan kualitas hidup penduduknya secara signifikan dan bermakna,” pungkas Rami. (BS02)
 

Tags
beritaTerkait
Resmikan Desa Siaga Bencana, PLN UID Sumut Serah Terima Bantuan Program
Tak Ada Pemberitahuan, Listrik Padam 3 Jam saat Warga Tertidur
Ratusan Petugas Dikerahkan, PLN Sumut Perkuat Siaga Kelistrikan Akibat Cuaca Ekstrem
Hari Pahlawan, PLN Dorong Guru SMK Jadi Pelopor Konversi Motor Listrik di Kota Medan
Resmikan SPKLU Pematangsiantar, Walikota Berharap jadi Solusi Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik
Diskon Tidak Diperpanjang, Ini Tarif Listrik Maret 2025
komentar
beritaTerbaru
hit tracker