Jumat, 05 Juni 2026

Aksi Tutup Mulut, FJD Desak Kapolres Waykanan Penghina Wartawan Dicopot

Selasa, 29 Agustus 2017 21:45 WIB
Aksi Tutup Mulut, FJD Desak Kapolres Waykanan Penghina Wartawan Dicopot
BERITASUMUT.COM/BS05
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Forum Jurnalis Deli Serdang (FJD) menggelar aksi damai dengan melakban mulut atas tindakan pelecehan dan penghinaan profesi wartawan yang dilakukan Kapolres Waykanan AKBP Budi Asrul Kurniawan terhadap dua wartawan di Waykanan Lampung Tengah Propinsi Lampung beberapa hari yang lalu.
 
"Siapa sih yang mau baca koran sekarang ini apa lagi Koran-koran Lampung cacingan seperti itu. Sekarang ini orang sudah baca online. Lu bangun tidur bacanya apa? WhatsApp kan. Mana baca koran lagi sekarang dah tutup semua koran itu. Nonton TV juga banyak yang nonton ? TV berita juga jarang ditonton, mending nonton bokep dari pada nonton berita TV." Kira-kira demikian yang dikatakan Kapolres Waykanan AKBP Budi Asrul Kurniawan itu, hingga memicu aksi unjukrasa di berbagai daerah di Indonesia. 
 
Pada aksi yang digelar ditugu juang depan kantor Bupati Deli Serdang Selasa (29/08/2017) para wartawan melakukan aksi tutup mulut di barengi aksi teatrikal tentang kesombongan Kapolres Waykanan AKBP Budi Asrul Kurniawan yang dengan lantang menghina profesi wartawan dengan membandingkan lebih baik menonton film porno dari pada menonton berita dan lebih baik lihat medsos daripada baca Koran.
 
Forum Jurnalis Deli Serdang meminta Kapolri Jenderal Tito karnavian agar mencopot jabatan Kapolres arogan dan menghina profesi wartawan tersebut. "Tidak pantas kata kata penghinaan itu keluar dari mulut seorang pimpinan Kepolisian yang seorang Kapolres penguasa wilayah yang seharusnya menjadi cotoh baik bagi masyarakat, terlebih lagi membandingkan karya jurnalistik yang memberikan informasi pada masyarakat dengan kegiatan asusila," kata Ketua FJD Bobi Lusaka Purba.
 
Dikatakannya, aksi menutup mulut dengan lakban adalah yang berarti bahwa wartawan sepertinya sudah tidak bebas lagi dalam memberikan pertanyaan kepada narasumber sehingga salah satu wartawan di Kabupaten Waykanan mendapat jawaban yang tidak senono dan terkesan menghina dari mulut seorang Kapolres. "Makanya kami menutup mulut kami, kami minta kebebasan pers harus diteggakkan, tidak ada lagi kekerasan terhadap Pers dan kami mendesak Kapolri mencopot jabatan oknum Kapolres Waykanan itu," tegas Bobby yang diamini anggota FJD.
 
Aksi unjuk rasa Forum Jurnalis Deli Serdang berjalan tertib, namun berhasil menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas, masyarakat juga memberikan dukungan pada aksi solidaritas wartawan ini. (BS05)

Tags
beritaTerkait
AMPMSU Desak Polrestabes Medan Ungkap Dugaan Produk Kecantikan Ilegal di Toko Intan Cosmetic
Kolaborasi Bank Sumut dan Media Kunci Pembangunan Daerah yang Berkah
Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat
Reses DPR ke Polres Pematangsiantar, Hinca Pesankan ini ke AKBP Sah Udur
Komunitas Peduli Seniman Sumut Kutuk Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Jurnalis Tempo
Bupati Langkat Temui Pendemo, Tegaskan Komitmen Perbaikan Jalan di Kecamatan Selesai
komentar
beritaTerbaru
hit tracker