Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menegaskan, jika salah satu terduga teroris penyerang Mapolda Sumatera Utara (Mapoldasu) Syawaluddin Pakpahan (43) pernah meminjam uang ke sebuah bank.Menurut Rikwanto, Syawaluddin meminjam uang tersebut untuk dipakai sebagai ongkos berangkat ke Suriah untuk bertempur di negeri itu.
Info dari Mabes Polri menyebutkan, Syawaluddin menjadikan istrinya sebagai jaminan untuk meminjam uang tersebut."Dia pinjam uang ke bank sebanyak Rp 20 juta untuk pergi ke Suriah bergabung jadi pejuang," ujar Rikwanto.
Rikwanto menjelaskan, Syawaluddin pernah pergi ke Suriah pada 2013. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Syawaluddin diketahui menjadi radikal sejak 2004, setelah mengunjungi situs-situs radikal di internet.Pada 2013, Syawaluddin telah memiliki motivasi kuat melakukan hijrah dan jihad di Suriah.
Hampir enam bulan Syawaluddin berada di negara tersebut. Setelah itu, Syawaluddin pulang ke Indonesia."Setelah pulang dia menularkan paham radikal kepada kelompoknya yang direkut yakni AR, FP dan HP (Boboy) sehingga melakukan aksi terorisme berupa pembunuhan terhadap anggota Polri," ujar Rikwanto.
Rikwanto menambahkan, polisi masih melakukan pendalaman terkait orang-orang yang dekat dan dihubungi Syawaluddin di Suriah."Di sana berinteraksi dengan siapa sedang kita dalami. Namun memang dalam sisi ideologi sudah sangat kental warna ISIS-nya dan dia mencoba menjadikan di Indonesia itu daerah operaisnya dengan mencoba menyerang pos penjagaan dan mencari senjata," pungkas Rikwanto.(BS04)
Tags
beritaTerkait
komentar